Tewas Penuh Luka, Santri di Malang Ini Diduga Salah Menumpang Orang
Ahmad mengatakan, MST sempat meninggal pesan tertulis kepada rekannya sebelum meninggalkan pondok.
Namun begitu, MST dikenal sebagai sosok yang baik dan bersahaja.
Bahkan MST dikenal sebagai sosok yang humoris.
Kematian MST diketahui Zahrawi dan teman-temannya yang lain ketika pihak keluarga mendatangi pondok pesantren.
MST sudah mondok di Pondok Pesantren Darutta’lim Wadda’wah sekitar dua tahun ini.
Di pondok itu terdapat sekitar 50 an orang santri.
Ada dua kamar tidur luas yang menampung santri.
Rata-rata para santri menempuh pendidikan kejar paket selain belajar tentang agama.
Penuh Luka
Sebelumnya, MST (14), warga Baran Genitri Kedungrejo Pakis itu ditemukan dengan tubuh penuh luka tusuk serta bersimbah darah di jalan kawasan Kedungrejo Pakis, Senin (9/7/2018) dini hari.
Dia sempat dilarikan ke RS Panti Nirmala dan UGD RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, karena luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya, dan kehabisan banyak darah, Sirojut akhirnya tewas dalam perawatan, Selasa siang (10/7/2018).
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menuturkan, pihaknya telah memerintahkan penyelidikan dan pendalaman atas kasus tersebut.
Baca: Makin Seru, Isu Tarik Menarik Antara Prabowo dengan Anies Baswedan
"Mudah-mudahan saja secepatnya terungkap, jajaran masih bekerja sekarang," kata Yade Setiawan Ujung, Selasa (10/7/2018).
Sementara salah satu kerabat korban, Abdul Kholik menyebutkan, korban sudah setahun mondok di ponpes.
Selain itu, korban juga diketahui sempat menulis surat berbahasa Madura yang berisi permintaan maaf kepada orang tua karena tidak bisa menyenangkannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-tewas_20180528_111729.jpg)