Rabu, 8 April 2026

Kopi Yuam dan Gelas Bambu Penyaring untuk Jokowi dan Megawati

Kerja keras Yuri Dulloh, pemuda asal Desa Pucangan, Kecamatan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah tak sia-sia.

Editor: Rachmat Hidayat
ISTIMEWA
Yuri Dulloh (kanan) pengusaha kopi asal Kebumen, Jawa Tengah. 

TRIBUNNEWS.COM, KEBUMEN-Kerja keras Yuri Dulloh, pemuda asal Desa Pucangan, Kecamatan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah tak sia-sia. Usahanya mengembangkan kopi lokal sejak tahun 2009 kini sukses ia jalankan dan dikenal luas. Berbagai penghargaan telah diperoleh Yuri, termasuk dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nama Yuam sebagai brand kafenya merupakan singkatan dari nama dan daerah asalnya, yakni Yuri Ambal.
Selasa sore kemarin (11/9/2018), sahabat masa kecil Yuri, Rahmat Sahid datang berkunjung. Disela diskusi, Yuri kemudian terkenang dengan penghargaan dari Presiden Jokowi.

Ia kemudian meminta kepada sahabatnya, agar menyampaikan bingkisan kopi dan gelas bambu penyaring, diberikan kepada Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri.

Yuri menitipkan bingkisan itu setelah mengetahui sahabatnya, Rahmat Sahid, adalah penulis buku Ensiklopedia Keislaman Bung Karno, yang kata pengantarnya ditulis Megawati Soekarnoputri

"Waktu saya ke Istana sebenarnya sudah disiapkan Mas (bingkisan kopi untuk Presiden Jokowi), tapi ada kendala teknis. Makanya, ini mumpung sampean ke sini, saya nitip agar bisa disampaikan ke Pak Jokowi dan Ibu Megawati," kata Yuri.

Yuri kini aktif di Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat Desa (PKSMD). Usahanya kini, Yuri juga menciptakan alat penyaring kopi dari bambu. Ia juga berhasil memproduksi bubuk kopi yang diberi nama Kopi Yuam (Yuri-Ambal). Jenis kopi yang dibudidayakan adalah arabika, robusta, wamen, dan nangka.

"Awalnya, banyak yang menertawakan usaha dan kerja keras saya ini. Tapi saya terus lakukan percobaan-percobaan, gagal, coba lagi, gagal, coba lagi, dan itu yang membawa pada keberhasilan saya bisa produksi kopi bubuk Yuam. Ini sudah saya patenkan (hak paten)," bebernya.

Beberapa kali Yuri mengaku diundang menjadi narasumber utama di acara talk show beberapa televisi swasta nasional. Pengunjung kafenya pun kini dari berbagai daerah, yang tidak hanya ingin menikmati seduhan kopi olahan Yuri, tetapi juga untuk pengembangan riset.

Bahkan, pengunjungnya yang dari luar begeri lebih dari 30 negara, meskipun tempat kafenya jauh dari perkotaan. Para turis yang pernah datang diantaranya dari Perancis, Jerman, Rusia, Turki, Belanda, Korea, Taiwan, Denmark, Australia, Uzbaikistan, Arab Saudi dan India, Singapura.

Dan yang juga membanggakan bagi Yuri Dulloh adalah, berkat kreativitasnya itu ia bisa berkeliling ke beberapa negara. Diantaranya, dia pernah mengikut Festival Indonesia di Moskow, Rusia. Bahkan, Kopi Yuam dan Gelas Bambu karya Yuri diterima untuk dipajang di Museum Seni Oriental di Moskow.

Diantara penghargaan yang pernah diraih Yuri adalah Pemenang Utama Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat Jawa Tengah 2016, juara Wirausaha Muda Mandiri Jateng, Terbaik UKM Kebumen, dan Juara Utama UKM Jateng.

Ia juga penerima Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diundang ke Istana untuk menerima penghargaan dari Presiden Jokowi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved