Minggu, 31 Agustus 2025

Tulungagung Hasilkan 56 Ton Ikan Patin per Hari

Area kolam budidaya ikan patin di Tulungagung melonjak tajam dalam dua tahun terakhir. Jika sebelumnya hanya lima hingga enam hektar, ini menjadi 60 h

Editor: Sugiyarto
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Pekerja fillet patin di Dinas Perikanan Tulungagung. 

TRIBUNNEWS.COM - Area kolam budidaya ikan patin di Tulungagung melonjak tajam dalam dua tahun terakhir. Jika sebelumnya hanya lima hingga enam hektar, ini menjadi 60 hektar.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Tatang Suhartono, dalam satu hari Kabupaten Tulungagung menghasilkan 56 ton ikan patin.

Dari total produksi itu, 12 ton di antaranya diolah menjadi fillet (daging ikan tanpa tulang). Produksi patin fillet ini dilakukan di tempat produksi Dinas Perikanan, yang ada di bagian belakang kantor.

“Pabriknya ini dulu bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pengelolaannya diserahkan ke pihak ke-3,” tutur Tatang, Senin (10/9/2018).

Pabrik fillet ikan ini dikelola oleh PT Mina Perkasa dari Kecamatan Besuki. Perusahaan ini adalah yang ketiga yang mengelola pabrik ini.

Pabrik ini mempekerjakan 74 orang, semuanya diambil dari warga sekitar.

“Perusahaan ini wajib menyetor PAD (pendapatan asli daerah, red) sesuai kerjasama yang sudah disepakati. Semuanya diatur melalui Peraturan Daerah,” tambah Tatang.

Sebelumnya pabrik ini mempunyai kapasitas produksi hanya 4 ton per hari. Namun karena tingginya permintaan patin fillet, kapasitas produksi ditingkatkan menjadi 12 ton per hari.

Kapasitas produksi ini masih mencapai kurang dari 60 persen dari total permintaan pasar.

Karena itu Tatang berusaha menggenjot produksi, agar bisa memenuhi seluruh permintaan patin fillet yang masuk.

Sejauh ini mayoritas patin dari Tulungagung dikirim ke berbagai kota dalam keadaan hidup.

“Pasarnya sangat terbuka, kita hanya masih menyuplai untuk pasar lokal saja. Belum sampai ekspor,” terangnya.

Sebelumnya pasar patin dunia dikuasai oleh Vietnam, dengan merek ikan dori. Bahkan ikan dori pernah dijual di supermarket di Indonesia.

Namun ikan dori ini ketahuan menggunakan pemutih, sehingga ditolak pasar dunia.

Masih menurut Tatang, ikan patin Tulungagung berkualitas tinggi. Sebab dagingnya putih dan tidak berbau tanah, sehingga peminatnya juga banyak.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan