Tulungagung Hasilkan 56 Ton Ikan Patin per Hari
Area kolam budidaya ikan patin di Tulungagung melonjak tajam dalam dua tahun terakhir. Jika sebelumnya hanya lima hingga enam hektar, ini menjadi 60 h
Selama ini para pembudidaya patin menggunakan sistem kemitraan, bekerja sama dengan pabrik.
“Sistem kemitraan ini menjamin harga jual saat panen, dan memastikan ketersediaan bahan baku. Karena pakan sepenuhnya disediakan pabrik, kemudian pabrik yang menerima hasilnya,” ungkap Tatang.
Harga break event point (BEP) atau harga impas ikan patin adalah Rp 11.000 per kilogram.
Di awal kerja sama, pabrik telah mematok harga Rp 14.500 per kilogram. Sementara pengelola kemitraan yang mendampingi para pembudidaya, mematok harga jual ke pabrik Rp 15.500 per kilogram.
“Komposisi ikan patin itu 30 persen daging, dan 70 persen limbah termasuk kepala. Tapi limbahnya juga masih bisa dijual Rp 1500 hingga Rp 2000 per kilogram,” pungkas Tatang.
Seorang pekerja di pabrik pengolahan patin ini, Diana mengaku, setiap kilogram ikan patin yang difillet pekerja mendapatkan upah Rp 1500.
Setiap hari seorang pekerja rata-rata bisa mengolah 100 kilogram patin. Sehingga rata-rata pendapatan per hari seorang pekerja Rp 150.000.
“Bahkan kadang bisa Rp 200.000 per hari. Lumayan untuk bantu-bantu keuangan di rumah,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pekerja-fillet-patin-di-dinas-perikanan-tulungagung_20180912_165316.jpg)