Minggu, 31 Agustus 2025

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Meningkat, Semburkan Lava Pijar Setinggi 200 Meter

Terdengar pula suara dentuman. Bahkan, getarannya cukup kuat hingga terasa dari PGA di Gunung Anak Krakatau.

Editor: Hendra Gunawan
Twitter @Sutopo_PN
Anak Gunung Krakatau meletus sebayak 49 kali sepanjang Jumat (3/8/2018) pagi. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, KALIANDA – Gunung Anak Krakatau (GAK) terus menunjukkan peningkatan aktivitas.

Terkini, lontaran lava pijar terus terlihat pada kawah yang berada di puncak gunung yang memiliki ketinggian sekitar 338 meter dari permukaan laut itu.

Bahkan, dari data magma VAR (Vulcano Activity Report), ketinggian lontaran lava pijar yang terpantau pada CCTV mencapai 100-200 meter ke segala arah.

Baca: Jono Oge, Kampung yang Bergeser Sejauh 3 Km dan Tertukar Dengan Kebun Jagung

Terdengar pula suara dentuman. Bahkan, getarannya cukup kuat hingga terasa dari PGA di Gunung Anak Krakatau.

Kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, mengatakan, dari data magma VAR pada Senin (8/10) hingga pukul 24.00 WIB, terpantau ada 101 letusan dengan amplitudo 30-48 mm dan durasi 53-162 detik.

Jumlah gempa tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 3-52 mm dan dominan 45 mm.

Lalu Sta Krak1, Sta Krak3, Sta Pulosari off dan Sta lava off pada pukul 12.35 WIB.

“Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih pada level II Waspada. Nelayan dan pengunjung dilarang mendekat pada radius 2 kilometer,” kata Andi, Selasa (9/10).

Gunung Anak Krakatau mulai menunjukkan peningkatan aktivitas sejak Juni 2018 lalu.
Sampai saat ini, aktivitas GAK masih terus fluktuatif.

Tidak Perlu Dikhawatirkan

Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau tidak perlu dikhawatirkan.

Warga hanya diminta untuk tetap waspada.

Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Harianto menuturkan, aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan itu malah mengurangi potensi dampak yang besar.

"Penjelasan dari PVMBG dengan letusan yang terus-menerus malah mengurangi potensi terjadi potensi dampak yang terjadi lebih besar," ungkapnya, Minggu, 7 Oktober 2018.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan