Minggu, 31 Agustus 2025

Polrestabes Makassar Ungkap Kasus Begal Sadis hingga Melukai Korbannya, 5 Pelaku Ditangkap

Polrestabes Makassar merilis lima pelaku begal potong tangan, di Mapolrestabes Makassar, Kamis (29/11/2018) pagi.

Editor: Dewi Agustina
Tribun Timur/Sanovra JR
Korban aksi begal, Imran (19) menjalani perwatan intens usai menjalaninooerasi di ruang ICU, Rumah sakit Awal Bros, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (26/11/2018). Mahasiswa ATIM Makassar ini terpaksa harus kehilangan telapak tangannya karena menangkis tebasan senjata tajam pelaku saat ingin meminta handphonenya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Datuk Ribandang Dua, Kecamatan Tallo, Makassar, pada Senin (23/11/2018) dini hari. Hingga saat ini pihak berwajib masih dalam pencarian pelaku. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Tidak sampai di situ, korban Imran yang merasa terancam langsung tinggalkan motornya dan lari menyelamatkan diri.

Tapi pelaku langsung menebas tangannya.

"Jadi setelah korban dibacok, korban sempat melempar handphonenya tapi ini pelaku berhasil dapatkan handphonenya lalu melarikan diri," ujar Wirdhanto.

Akibat dari kejadian tersebut, tangan kiri korban terputus karena sabetan benda tajam yang diduga parang.

Korban lalu dilarikan ke RS Awal Bros.

2. Begal bacok kepala

Sebelumnya, Afwan (40) dan putranya, Muhammad Reza (17), terbaring di RS Bahyangkara, akibat luka yang diderita setelah diserang dua pelaku begal, Kamis (22/11/2018) dini hari.

Ayah dan anaknya baru saja menjalani operasi di RS Bhayangkara akibat luka sabetan senjata tajam di kepalanya.

Afwan mengungkapkan dirinya dan putranya menjadi korban begal saat dalam perjalanan menuju rumahnya di Jl Singa, Makassar.

"Saya kan baru pulang makan coto di Coto Gagak sama ini anakku (Muhammad Reza), sekitar jam 12 malam. Pas di perjalanan saya singgah di Jl Kancil, terima telepon di pinggir jalan, sementara terima telepon ada motor merapat, dua orang bonceng langsung merapat kasih keluar senjata tajam dan lansung serang saya, tangan saya pertama dia lukai," kata Afwan.

Handphone milik Muhammad Reza yang digunakan Afwan menerima telepon pun berhasil dirampas.

Saat hendak kabur membawa handphone Muhammad Reza, Afwan, menarik kerah baju sang pelaku begal.

"Pas dia (pelaku begal) mau kasih jalan motornya, saya tarik baju belakangnya, disitu dia (pelaku begal) terjatuh dari motornya. Pas bangun dia serang lagi saya sama jadi anakku hendak melerai, tapi dia (Muhammad Reza) juga diserang kepalanya pakai senjata tajam, disitu saya figt melawan karena melihat anak saya juga diserang," ujar Afwan.

Afwan yang melakukan perlawanan tidak membuahkan hasil. Malah ia dan putranya menderita luka yang cukup serius.

Akibat kejadian itu, Afwan mengalami tiga luka tebasan pada kepala, luka terbuka pada leher dan dada serta luka pada tangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan