Tsunami di Banten dan Lampung
Suami, Anak dan Ibu Lie Cu Dikabarkan Jadi Korban Tsunami
Kabar tentang keluarga Lie Cu menjadi korban tsunami juga diinformasikan pemilik akun Facebook, Julius Sofiar.
"Dan akhir nya benar2 GA Akan Ketemu lagi meski Hanya melihat jenazah nya. Jenazah GA Di bawa ke Lampung," tulis Mbu Chelsea.
Kabar tentang keluarga Lie Cu menjadi korban tsunami juga diinformasikan pemilik akun Facebook, Julius Sofiar.
“Semoga Lie Cu Alumni SMANSA Pontianak angkatan 97 diberikan Ketabahan dan Keikhlasan dalam menerima musibah ini,” tulis Julius Sofiar.
Update Jumlah Korban
Korban tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018) kemarin terus bertambah.
Mengutip TribunWow.com dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Senin (24/12/2018) pukul 07.00 WIB, tercatat 281 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi.
"Untuk kerusakan fisik akibat tsunami, meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak," imbuh Sutopo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/12/2018).
Korban dan kerusakan yang diakibatkan oleh tsunami ini terjadi di 5 kabupaten terdampak, yaitu di Pandeglang dan Serang, Banten, serta di Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran, Lampung.
Untuk jumlah korban dan total kerusakan, daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling parah dibandingkan daerah lain.
Terdapat 10 kecamatan di Pandeglang yang terdampak terjangan tsunami ini.
Kerusakan banyak dialami di daerah pesisir di di sepanjang pantai dari Pantai Carita, Pantai Panimbang, Pantai Teluk Lada, Sumur, dan Tanjung Lesung.
"Tercatat 207 korban meninggal dunia, 755 orang luka-luka, dan 7 orang hilang di Kabupaten Pandeglang. Selain itu terdapat 11.453 orang yang menungungsi," papar Sutopo.
Korban paling banyak ditemukan di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.
Sementara kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 hotel dan vila rusak, 60 warung makan dan toko rusak, 350 perahu/kapal rusak, dan 71 unit kendaraan rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/alumni-faklultas-teknik-untan-angkatan-97-lie-cu-jadi-korban-tsun.jpg)