Sabtu, 30 Mei 2026

Ke Blitar, Presiden Jokowi Tak Mau Bagi-bagi Sepeda, Ini Gantinya

Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi kerap membagi-bagikan sepeda kepada masyarakat.

Tayang:
Editor: Sugiyarto
Tribunnews.com/Seno
Tenda berukuran 10 meter x 5 meter di lapangan tenis indoor Kalianda di Kabupaten Lampung Selatan, menjadi tempat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghibur anak-anak yang terdampak tsunami Selat Sunda. 

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi membagikan 2.500 sertifikat tanah ke warga yang ikut program PTSL.

Warga yang mendapat sertifikat tanah itu sebanyak 2.000 orang dari Kabupaten Blitar dan 500 orang dari Kota Blitar.

Presiden Jokowi mengatakan sertifikat tanah itu penting bagi warga. Sertifikat tanah merupakan bukti hukum atas kepemilikan tanah bagi warga.

"Sertifikat tanah ini penting. Sebab, setiap saya turun ke sejumlah daerah rata-rata yang dikeluhkan sama. Yaitu sering terjadi sengketa tanah karena belum ada sertifikatnya. Ada 80 juta bidang tanah di Indonesia yang belum bersertifikat," kata Jokowi.

Jokowi mempersilakan masyarakat yang sudah menerima sertifikat tanah untuk digunakan sebaik-baiknya. Dia tidak mempermasalahkan kalau masyarakat ingin mengunakan sertifikat tanah sebagai agunan untuk meminjam di bank.

Tetapi, uang meminjam di bank sebaiknya digunakan untuk modal usaha. Jangan sampai uang meminjam di bank dengan jaminan sertifikat tanah digunakan untuk membeli barang-barang seperti mobil.

"Kalau mau pinjam ke bank dihitung dulu, kemampuan seberapa. Jangan sampai tidak bisa mengangsur. Terus, uang pinjam di bank jangan dipakai buat beli mobil, tapi gunakan untuk modal usaha," katanya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Presiden Jokowi Tak Bagi-bagi Sepeda Saat Kunjungi Blitar, ini Penjelasannya

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved