Kamis, 16 April 2026

Begini Kronologi Pembunuhan Ibu Guru SD Cinta Rakyat 3 Pematang Siantar

Ia masuk ke dalam rumah korban melalui jendela depan dan saat itu korban sedang tidur di ruang tamu langsung dibekap oleh pelaku

Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
Yewalson Sijabat saat memperagakan angkat korban ke belakang rumah 

TRIBUNNEWS.COM, SIMALUNGUN  - Polres Simalungun berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Elfi Manik (25), guru SD Cinta Rakyat Pematangsiantar yang mayatnya di buang di irigasi di belakang rumahnya di Desa Laras Dua, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun

Polisi berhasil membekuk pelaku bernama Yewalson Sijabat (24) di Kota Sidimpuan Kabupaten Tapanuli Selatan pada Minggu (6/1/2019) kemarin.

Yewalson merupakan tetangga korban.

Dia melarikan diri ke Sidempuan pascamelakukan pembunuhan.

Polisi telah melakukan pra rekontruksi pencurian dan pembunuhan tersebut.

elfi manik
Elfi Manik guru SD Cinta Rakyat semasa hidup

Prarekontruksi itu pun langsung diperankan oleh pelaku di lokasi kejadian, pada Senin (7/1/2019).

Dirangkum Tribun-Medan.com, pelaku Yewalson berniat mencuri pada Jumat (20/12/2018) lalu sekira pukul 24.00 WIB 

Ia masuk ke dalam rumah korban melalui jendela depan dan saat itu korban sedang tidur di ruang tamu langsung dibekap oleh pelaku.

Pelaku Yowelson langsung mencekik korban hingga tak sadarkan diri lalu dibawa korban ke belakang rumah. 

Baca: Terhimpit Masalah Keuangan, Pemkab Simalungun Akan Pecat Dua Ribu Pegawai Honorer

Pelaku sempat meletakkan korban di tanah yang berumput namun, karena melihat korban masih hidup, pelaku kembali mencekik hingga korban meninggal dunia.

Selanjutnya, pelaku yang belum lama menikah ini membawa korban ke irigasi belakang rumah, menggendong korban dan membawa ke irigasi yang mengalir.

Korban pun ditenggelamkan agar mengalir dan memasang pemberat berupa dahan kelapa di atas tubuh korban.

Usai menenggelamkan korban, pelaku kembali ke dalam rumah untuk mengambil handphone, emas, dan tas yang berisi uang dan kartu ATM.

“Aku mau mencuri karena tidak ada uang. Rupanya kepergok sama dia dan menjerit. Jadi kucekik dia,"kata pelaku Yowelson saat prarekontruksi.

Dalam gelar Prarekonstruksi yang disaksikan ratusan warga itu, terdapat enam rangkaian pembunuhan tersebut. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved