Senin, 1 Juni 2026

Ke Rembang, Presiden Jokowi Curhat ke Mbah Moen

Dalam kunjungan kerjanya, Jumat (1/2/2019) Presiden Jokowi bersama ibu negara Iriana mengunjungi Pondok Pesantren Al Anwar, Karangmangu, Sarang

Tayang:
Editor: Sugiyarto
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Presiden Jokowi bersama ibu negara Iriana bertemu KH Maimoen Zubairdi Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, Jumat (1/2/2019). 

"Ini kehadiran saya untuk yang ke 1 tambah 1," papar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga curhat selama empat tahun ‎ini dia selalu direndahkan, dimaki, dihina serta difitnah.

Menghadapi itu Jokowi menerapkan prinsip sabar dan diam.

Kali ini, menurut Jokowi semua tuduhan itu perlu untuk dijawab dan diluruskan.

"Masa 4 tahun dibilangin PKI, ya saya diem."

 "Lalu saya dibilang anti ulama, kriminalisasi ulama. Masa saya diem."

"Bagaimana saya anti ulama, tiap minggu saya masuk pondok pesantren," ungkap Jokowi.

"Hari Santri 22 oktober itu siapa yang tanda tangan Kepresnya?"

"Masa anti ulama tanda tangan hari santri."

"Logikanya harus kita pakai. Kalau‎ kata Cak Lontong, mikir...mikir...mikir," tambah Jokowi lagi.

Terakhir Jokowi juga menyinggung dirinya yang dituduh mengkriminalisasi ulama.

Di hadapan ribuan santri dan para tamu undangan, ‎Jokowi menjelaskan disebut kriminalisasi itu jika tidak ada kasus hukum lalu dimasukkan ke sel.

"Kalau ada kasus hukum,ada yang melaporkan."

"Aparat bawa ke penyelidikan, penyidikan dibawa lagi ke pengadilan."

"Nanti yang putuskan pengadilan."

"Kalau dianggap tidak salah pasti bebas," kata Jokowi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved