Breaking News:

Remaja di Belu Tikam Enam Orang, Ibu dan Tetangganya Mengenaskan

JPDS (16) ditangkap pihak Kepolisian Sektor Belu usai melakukan pembunuhan secara brutal dengan cara menikam enam orang warga.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Pisau yang digunakan S untuk menikam Topan di Johar Baru, Jakarta Pusat Senin (4/9/2017) 

TRIBUNNEWS.COM, BELU -- JPDS (16) ditangkap pihak Kepolisian Sektor Belu usai melakukan pembunuhan secara brutal dengan cara menikam enam orang warga.

Salah satu korban yang ditikam JPDS (16) adalah ibu kandungnya sendiri, Filomina Dos Santos (52) hingga tewas.

Kejadian tersebut terjadi di RT 17/RW 05 Dusun Lesepu, Kelurahan Manumutin, Kabupaten Belu, Kamis (28/2/2019) sekitar pukul 15.30 Wita.

Berikut POS-KUPANG.COM uraikan kronologi lengkap dan fakta-fakta kasus anak bunuh ibu kandung di Belu, Atambua.

1. Tersinggung

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, korban mengaku tersinggung saat ditegur oleh keluarganya.

Seorang saksi, Gabriel Buru Bara (61) mengatakan, orangtua pelaku dan keluarga yang lain sedang menghadiri acara keluarga salah satu rumah warga.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Ardyan Yudo Setiantono S.H, S.IK mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM, saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

Menurut Ardyan, keterangan awal dari pelaku mengatakan, dia tersinggung saat ditegur oleh keluarganya sehingga ia melakukan tindakan brutal menikam ibu kandung dan kelurga yang lainnya.

"Pelaku tersinggung saat ditegur oleh kelurganya maka dari itu dia emosi," kata Ardyan.

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved