Dua Bulan Setelah Digigit Anjing Negeng Meregang Nyawa

Seorang warga asal Dusun Kedui, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli, I Nengah Negeng menjadi korban anjing rabies.

Dua Bulan Setelah Digigit Anjing Negeng Meregang Nyawa
Tribun Bali/Dwi
Ilustrasi 

Pihak keluarga juga sempat membawa Negeng berobat ke klinik swasta.

Hasil pemeriksaan kala itu, Negeng dinyatakan memiliki gejala maag. Namun dua hari kemudian, kondisi Negeng kian memburuk hingga harus dilarikan ke RSUD Bangli.

Baca: Korban Tewas Kecelakaan di Tol Cipali Bertambah Jadi 5 Orang

“Pasien saat itu diantar ke RSUD Bangli sekitar pukul 00.30 Wita karena mengeluh sesak, nyeri dada, sulit menelan, mual, dan muntah. Mulanya pasien ditangani oleh dokter spesialis jantung karena ada sesak dan nyeri dada. Tetapi dalam perkembangan di RSUD Bangli, keluhan pasien justru kian memburuk. Selain kesulitan menelan, pasien juga takut terhadap air (hydrofobia) dan takut pada embusan udara (aerofobia),” bebernya.

Tak Dapat Penanganan

Pihak RSUD Bangli segera mengkonsultasikan ke spesialis saraf.

Kata Nengah Nadi, berdasarkan hasil komunikasi yang dilakukan oleh dokter spesialis saraf, diketahui Negeng memiliki riwayat gigitan anjing dan tidak mendapatkan penanganan sesuai standar.

Malam harinya, sekitar pukul 20.00 Wita, muncul gejala gelisah.

Seperti hypersensitif, hydrofobia, aerofobia, fotofobia (takut pada cahaya), hypersalivasi (keluar air liur berlebihan).

Ia pun harus dirawat pada ruang isolasi di Ruang Mawar RSUD Bangli oleh spesialis saraf dengan memberikan tatalaksana medis sesuai dengan standar medis untuk menenangkan pasien.

“Kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi juga sudah melakukan kunjungan ke RSUD Bangli untuk melihat langsung kondisi pasien pada keesokan harinya (28/2). Saat itu kondisi pasien sudah relatif tenang karena upaya medis yang dilakukan. Meski sesekali pasien masih terlihat gelisah, susah minum, tidak mau mengenakan O2 karena aerofobia, serta beberapa gejala lainnya,” ujar Nadi.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved