Gempa di Lombok

Sebanyak 4.400 rumah rusak berat akibat gempa magnitudo 5,8 di Lombok

Mensos menyerahkan bantuan makanan, kasur, terpal, selimut, dan tenda senilai Rp 740 juta sebagai bantuan tahap pertama.

Sebanyak 4.400 rumah rusak berat akibat gempa magnitudo 5,8 di Lombok
HANDOUT
Kondisi rumah warga yang rusak berat akibat guncangan gempa di Kota Selong Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (17/3/2019) siang. 

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK -  Sebanyak 4.400 rumah di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) rusak berat akibat guncangan gempa magnitudo 5,8 pada hari Minggu (17/3/2019) kemarin.

Sebelumnya, ribuan rumah tersebut mengalami rusak ringan akibat gempa Lombok, Agustus 2018.

"Dalam bencana sebelumnya, rumah-rumah itu tergolong rusak ringan, tapi akibat dari gempa yang terjadi kemarin sore, rumah yang rusak ringan itu menjadi rusak berat. Di Lombok Timur saja data yang masuk ke kami, sekitar 4.400 rumah tergolong rusak berat," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau kondisi rumah warga di Kecamatan Montong Gading, Pringgajurang, Lombok Timur, Senin (18/3/2019).

Mensos bersama rombongan meninjau Lombok Timur ditemani oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan berdialog dengan sejumlah pengungsi di tenda pengungsian.

Dia juga menyerahkan bantuan makanan, kasur, terpal, selimut, dan tenda senilai Rp 740 juta sebagai bantuan tahap pertama.

Baca: Pertamina MOR III Tarik Truk Tangki BBM yang Dibajak Tadi Siang ke Depo Plumpang

Sebagian besar warga yang menjadi korban gempa berharap bantuan rumah untuk mereka segera dipercepat mengingat pembagian bantuan rumah dalam bencana sebelumnya masih belum merata penyelesaiannya.

Dari 83.000 rumah yang rusak di wilayah NTB, baru 2.700 rumah warga yang telah dibangun dan siap ditempati. Sebagian besar rumah yang sudah siap huni tersebut merupakan rumah rumah instan sederhana sehat.

Laporan: Fitri Rachmawati

Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul  4.400 Rumah Rusak Berat akibat Gempa Magnitudo 5,8 di Lombok

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved