Breaking News:

Arisan Online Bodong, Siti Nurliza Bawa Kabur Uang Rp 960 Juta

Namun, usai melakukan perjanjian tersebut, pada Jumat (22/3) terlapor bersama keluarganya sudah meninggalkan rumah tanpa pemberitahuan

Rangga Erfizal/Sriwijaya Post
Sejumlah korban arisan online melaporkan Bandarnya Siti Nurliza ke SPKT Mapolresta Palembang. 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Setelah melengkapi berkas atas permintaan SPKT Mapolresta Palembang, laporan korban arisan online yang dibandari Siti Nurliza (20) akhirnya sudah diterima. Diketahui, yang membuat laporan ini berjumlah 11 member.

Dari penuturan beberapa member, total member arisan online Siti Nurliza mencapai 161 orang. Adapun total nominal uang yang diduga sudah dilarikan Siti hampir mencapai angka Rp 1 miliar, yakni Rp 960 jutaan.

Kabarnya, korban yang belum membuat laporan akan menyusul melakukan hal yang sama.

Salah satu perwakilan pelapor, Joko Otomo Putra (21), mengatakan sebelum Siti dan keluarga meninggalkan rumahnya para member arisan sempat berkumpul di rumah terlapor untuk membicarakan masalah arisan yang tak dibayar tersebut.

Saat itu, para member ini mendapat pernyataan maaf dari terlapor dan dirinya meminta waktu untuk mentransfer uang kepada anggotanya sesuai urutan.

Baca: Masih Ingat? Video Tekel Keras David Beckham pada Andik Vermansah Sekitar 8 Tahun Silam

Baca: Kementerian Kominfo Ajak Suku Anak Dalam Ikut Mencoblos pada Pemilu 17 April

"Itu kami buat perjanjian di atas materai pak pada Kamis (21/3) Pukul 14.00 di rumah terlapor ," kata Joko, Kamis (28/3).

Namun, usai melakukan perjanjian tersebut, pada Jumat (22/3) terlapor bersama keluarganya sudah meninggalkan rumah tanpa adanya pemberitahuan kepada membernya.

Sejumlah member pun terus mendatangi rumah terlapor, tapi rumah tersebut terus dalam keadaan kosong. Hingga laporan dibuat, bandar arisan online yang diketahui juga pemilik owner Liza Shop ini tak kunjung ada kabar.

Selama kasus ini beredar, member yang selalu berupaya mencari keberadaan Siti kebanyakan dari kalangan mahasiswa. Namun, setelah laporan dibuat ternyata diketahui ada yang berharap uang arisan online ini menjadi modal nikah.

Namun, karena si bandar kabur dengan membawa lari uang para member, rencana nikah di bulan lima ini terancam batal.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved