Petir Sambar Gubuk di Sawah, Dua Orang Tewas dan 8 Lainnya Luka-luka
Diah kaget melihat sembilan temannya terkapar dalam kondisi luka bakar di areal persawahan subak Tibu Beleng
"Jadi dua orang temannya itu berlari meminta pertolongan ke warga sekitar lokasi sawah. Akhirnya kami terjunkan Binmas juga," paparnya.
Menurut Dresta, beberapa korban menjalani perawatan di puskesmas di kawasan Penyaringan dan yang lain dirujuk ke RSU Negara.
Diah Terlempar
Satu di antara korban sambaran petir yang selamat ialah Ni Ketut Diah Raini Purnami (48), warga Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.
Diah mengaku dia dan sembilan pekerja lainnya terlempar ketika gubuk disambar petir.
"Kami terlempar semua. Terus telinga ini dengung keras dan kaki rasanya panas sekali," ujarnya di Puskesmas Mendoyo, kemarin.
Seluruh badannya ditenggelamkan ke dalam air yang menggenangi sawah karena takut terkena sambaran petir lagi.
Setelah itu, betapa kagetnya Diah ketika melihat sembilan temannya terkapar dalam kondisi luka bakar.
Bahkan tubuh kedua temannya terlihat hangus dan seorang lainnya mengeluarkan darah segar dari telinga.
Diah masih terguncang dan trauma.
"Saya shock melihat teman pingsan. Tapi ya syukur masih selamat," demikian Diah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-petir.jpg)