Polemik Gugatan Perdata Perkara Waris Tanah 7 Ribu Meter Persegi di Bandung Berakhir Damai

Polemik gugatan perdata perkara hukum waris antara sesama keluarga atas tanah di Jalan Elang Kota Bandung berakhir damai.

Polemik Gugatan Perdata Perkara Waris Tanah 7 Ribu Meter Persegi di Bandung Berakhir Damai
TRIBUNNEWS.COM/THERESIA FELISIANI
Ilustrasi: Lahan kosong yang diperebutkan kelompok massa

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Polemik gugatan perdata perkara hukum waris antara sesama keluarga atas tanah di Jalan Elang Kota Bandung berakhir setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menyatakan perkara perdata No. 05/Pdt.G/E.Court/2019/PN.BDG perihal gugatan perbuatan melawan hukum, tidak dapat dilanjutkan.

Gugatan dilayangkan oleh tim kuasa hukum Rasman Habeahan.

Gugatan itu dicabut melalui surat bernomor 754/RHA/Cbt.Gug/IV/2019, dengan register nomor 2743 tanggal 4 April 2019.

"Gugatan tidak dapat dilanjutkan karena salah satu penggugat mencabut kuasanya," ujar Ketua Majelis Hakim PN Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara ini, Sri Mumpuni, dalam sidang di Jalan LLRE Martadinata, Selasa (9/4/2019).

Baca: Iis Dahlia Tanya Soal Ajakan Sule ke Jenjang Serius, Baby Shima: Jujur Ya, Dia Pernah Ngajak

Seperti diketahui, kasus ini bermula gugatan yang diajukan ahli waris Agan R Djoemena, Nani Sumarni dan kawan-kawan melalui kuasa hukumnya, Rasman Habeahan.

Gugatan dilayangkan terhadap para tergugat yaitu ahli waris Uhe alias Oeehe Soehe terkait lahan seluas 7 ribu meter persegi yang berlokasi di Jalan Elang, Kota Bandung.

"Pencabutan gugatan karena terjadi perseteruan di antara ahli waris. Saya menerima kuasa dari 39 ahli waris Agan R.Djoemena," ujar Rasman.

Proses mediasi sempat digelar pasca-gugatan dilayangkan namun berakhir tanpa solusi.

Kata dia, sikap ahli waris berubah.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved