Jumat, 29 Agustus 2025

Firasat Sang Ayah Hingga Ributnya Hwan Peliharaan Sebelum Prada Kasnun Gugur Ditembak KKB di Papua

Pemakaman prajurit TNI tersebut dilangsungkan dengan proses upacara militer yang dipimpin Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Hendry Widodo.

Editor: Hendra Gunawan
Serambi Indonesia/Mahyadi
Sekitar seribuan orang menghadiri pemakaman Pratu Kasnun di Dusun Tanjung, Kampung Melala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (15/5/2019) sekira pukul 08.00 WIB. SERAMBINEWS.COM/MAHYADI 

“Kenaikan pangkat ini merupakan penghargaan. Untuk jadwal pemakaman, sudah sesuai dengan yang diagendakanh hari ini,” ujarnya.

Meski masih diselimuti duka yang mendalam karena kehilangan putra ketiganya, namun M Adam, berusaha tetap tegar menghadapi cobaan.

M Adam, adalah ayah dari Praka Anumerta Kasnun yang gugur ketika menjalan tugas di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (13/5) lalu.

Rasa sedih yang mendalam dirasakan oleh keluarga besar Praka Anumerta Kusnun di Dusun Tanjung, Kampung Melala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah.

Tetapi, kepergian putra terbaik Dusung Tanjung itu, selain menyisakan duka, juga memberikan rasa bangga bagi keluarga yang ditinggalkan.

M Adam justru mengaku bangga karena putranya gugur membela bangsa serta menjaga keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya tidak sedih, dan tidak merasa kehilangan karena anak saya gugur di medan tempur. Tapi saya malah bangga, dia (Kusnun) gugur ketika membela bangsa ini,” kata M Adam.

Walau terlihat tegar, namun kesedihan yang mendalam masih tergambar di wajah Ayah Praka Anumerta Kusnun.

Dia mencoba menyimpan kesedihannya dibalik kebanggaan terhadap putranya yang gugur serta pulang tinggal nama setelah menjalankan tugas negara.

“Dia gugur dalam tugas, bukan karena lari dari tugas. Itu yang membuat saya tidak sedih dan tidak merasa kehilangan,” aku M Adam.

Beberapa hari sebelum meninggal, M Adam mengaku telah mendapat firasat. Namun tanda-tanda itu, diabaikan karena dianggap sebagai hal biasa terjadi.

“Firasat pertama, saya tiga hari sebelum kejadian, tidak bisa tidur. Bahkan monyet serta bebek angsa peliharaan kami di belakang rumah hampir tiap malam berteriak,” kata M Adam.

Teriakan monyet peliharaan serta ributnya bebek angsa di belakang rumah M Adam, menjadi sebuah tanda bila salah satu anggota keluarganya akan pergi selamanya.

“Kita kan nggak tahu, barangkali itu, merupakan tanda kalau Kusnun akan gugur di tempat tugasnya. Tapi setelah kejadian ini, baru kami sadari bahwa semua itu, barangkali tanda-tandanya,” aku M Adam.

Dua bulan sebelum meninggal, Praka Anumerta Kasnun, tidak pernah lagi menghubungi orang tuanya. Bahkan ketika dihubungi ponsel milik almarhum jarang aktif, hingga akhirnya dikabarkan Kasnun telah gugur dalam tugas.(my)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Seribuan Orang Hadiri Pemakaman Pratu Kasnun,

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan