Breaking News:

Kelompok Geng Motor Aniaya Seorang Pelajar Hingga Meregang Nyawa

Seorang pelajat dianiaya kelompok geng motor sampai akhirnya, korban yang mengalami luka parah di sekujur tubuhnya, meregang nyawa.

Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Para tersangka penganiayaan hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia, saat memperagakan adegan demi adegan dalam kegiatan rekonstruksi, Rabu (15/5/2019). TRIBUN PEKANBARU/RIZKY ARMANDA 

"Bukan begitu pak, waktu itu dia posisinya menelungkup dekat parit," kata SW.

Dia mengaku, menyabet kaki korban dengan parang hingga sebanyak 4 kali.

Tak sampai di sana, korban yang sudah tak berdaya, kembali didatangi oleh 3 tersangka lainnya yakni KI, RG dan YV.

Masing-masing mereka juga membawa parang dan egrek.

Bahkan, egrek yang dipakai salah seorang tersangka berinisial KI, yang juga merupakan ketua geng ini, sempat menancap di punggung korban.

"Waktu itu nancap di punggungnya, lalu saya cabut," ungkap KI.

Sementara satu tersangka lainnya berinisial MK, berperan dalam membonceng rekannya RG usai menganiaya Angga.

MK pula yang kemudian membuang parang yang digunakan RG.

Wakapolsek Tampan, AKP R Nababan didampingi Kanit Reskrim Iptu Aris Gunadi mengatakan, rekonstruksi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut.

"Ini juga menjadi bagian untuk melengkapi pemberkasan para tersangka, sebelum kita limpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," katanya.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved