Kisah Anak Tukang Angkut Sampah Berhasil Tembus Fakultas Kehutanan UGM Tanpa Tes

Kisah Alyza Firdaus Nabila ini diangkat oleh tim UGM di situs resmi mereka dalam artikel berjudul Anak Tukang Angkut Sampah Berhasil Kuliah di UGM.

Kisah Anak Tukang Angkut Sampah Berhasil Tembus Fakultas Kehutanan UGM Tanpa Tes
ugm.ac.id
Inspiratif, Kisah Alyza, Anak Tukang Sampah Diterima Kuliah di UGM 

“Sangat bangga dan bersyukur, anak kami lyza bisa diterima kuliah di UGM. Ini menjadi kebahagiaan tertinggi bagi keluarga kami,” ucapnya sembari menahan haru.

Setiap hari Jumari harus berjalan mengambil kantong-kantong yang berisi sampah rumah tangga dari satu rumah ke rumah lain.

Kantong-kantong sampah itu lalu dimasukkannya ke dalam mobil pick-up yang sudah terlihat usang.
Dengan mobil sewaan tersebut dia dan putra sulungnya mengangkut sampah yang terkumpul dari rumah-rumah penduduk untuk diantarkan ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Yogyakarta.

Dalam cerita yang disampaikan kepada tim Humas UGM menulis, bulir-bulir air mata terlihat menetes membasahi pipi Jumari saat dia bercerita tentang perjuangan keluarganya dalam membesarkan anak,

Dia ingat betul bagaimana keluarganya pernah mengalami titik nadir dalam hidup.

Bahkan, anak pertamanya terpaksa putus sekolah saat di bangku SMA karena tidak mampu membayar uang sekolah.

Oleh karena itu, dia tidak berhenti mengucap syukur mengetahui Lyza bisa diterima di UGM.

Mengingat kondisi perekonomian yang pas-pasan Jumari tidak pernah berpikir anaknya akan bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi.

Dari pekerjaan angkut sampah dan usaha cuci pakaian yang dijalankan istrinya sebenarnya hanya pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Rata-rata per bulan dari angkut sampah dan usaha cucian sekitar Rp1,5 juta untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya saat ditemui Selasa (14/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Yudie Thirzano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved