Cabuli 34 Anak, pengajar Matematika Ini Diganjar 9 Tahun Penjara

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejari Kota Bandung yang menuntut Dodi 12 tahun

Cabuli 34 Anak, pengajar Matematika Ini Diganjar 9 Tahun Penjara
istimewa
Ilustrasi tahanan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menyatakan seorang guru les Ddp (48) bersalah melakukan tindak pidana kasus pencabulan sebagaimana diatur di Pasal 82 ayat 1 juncto Pasal 76 e undang+undang Perlindungan anak.

"Menjatuhkan pidana penjara ‎selama 9 tahun hukuman penjara dikurangi masa tahanan, pidana denda Rp 1 miliar subsidair kurungan 3 bulan," ujar Ketua Majelis Hakim I Dewa Gede di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kamis (27/6/2019).

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejari Kota Bandung yang menuntut Dodi dengan pidana penjara 12 tahun, denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.

Baca: Amshor, Pria Pemicu Kecelakaan di Cipali Masih Menjalani Perawatan

Baca: Belum Ada Laporan Gratifikasi 30 Dolar AS dari Arab Saudi untuk Menag Lukman Masuk ke KPK

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Besok, Jumat 28 Juni: Virgo Abaikan Gosip, Scorpio Terlalu Banyak Menuntut

Baca: Hakim Nilai Eksepsi KPU dan Kubu 01 Jokowi-Ma’ruf Salahi Prinsip Beracara

Sebelum menjatuhkan amar vonis majelis hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan yang meringankan.

"Hal yang memberatkan akibat perbuatan terdakwa telah membuat korban anak menjadi trauma.

Yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, mengaku bersalah,menyesali perbuatan,dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," kata Hakim.

Terdakwa dan penasehat hukum menerima putusan tersebut dan tidak akan mengajukan banding.

Namun, keduanya diberi waktu sepekan ke depan untuk memutuskan upaya hukum.

Penasehat hukum sempat menyatakan bahwa perbuatan cabul yang dilakukan seharusnya tidak terbukti.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved