Pentingnya Mendorong Transformasi Koperasi Menuju Koperasi Digital
Koperasi mesti segera mengadopsi teknologi informasi (TI) baik untuk manajemen maupun pelayanan anggota
TRIBUNNEWS.COM, PURWOKERTO - Tahun ini puncak acara Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 digelar di Purwokerto, Jawa Tengah.
Salah satu event terbesar untuk memeriahkan HUT Koperasi ke-72 adalah Harkopnas Expo 2019 (11-14 Juli 2019) di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah.
Pameran yang menghadirkan sekitar 200 stand ini memamerkan pencapaian gerakan koperasi nasional bersama DEKOPIN dan pemerintah baik pusat maupun daerah, perusahaan swasta, BUMN dan BUMD, serta instansi terkait lainnya di seluruh Indonesia.
Pesatnya perkembangan teknologi membuat koperasi harus adaptif dan dinamis dalam merespons berbagai tren serta perkembangan terbaru di tengah masyarakat.
Koperasi mesti segera mengadopsi teknologi informasi (TI) baik untuk manajemen maupun pelayanan anggota.
Mau tidak mau, suka tidak suka, digitalisasi koperasi adalah tuntutan agar koperasi terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
Melihat peluang tersebut PT Sistim Digital Transaksi Indonesia (SDTI) sebagai salah satu perusahaan inovasi yang dikembangkan PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) hadir untuk memberikan solusi mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada dunia koperasi di Indonesia.
Baca: Siapkan Seragam Gratis, Dindik Jatim Larang SMA/SMK Paksa Siswa Beli di Koperasi
Menurut Subhan Novianda CEO PT SDTI, banyak koperasi yang berkembang dan memiliki potensi untuk maju, namun belum ditunjang oleh teknologi yang handal untuk memudahkan pengelola dan anggota melakukan pencatatan segala jenis transaksi yang terjadi.
Apalagi saat ini masih sedikitnya koperasi yang mampu memberikan kemudahan fasilitas bagi para anggotanya dalam mengelola akun simpanan dan pinjaman yang dimiliki untuk melakukan transaksi atas simpanan atau pinjaman mereka.
Saat ini masih banyak koperasi yang masih menggunakan teknologi tradisional untuk menunjang transaksi finansial dengan para anggotanya. Hal ini disebabkan keterbatasan koperasi untuk pengadaan sebuah sistem yang handal dan efektif.
SDTI hadir melalui produk coopRASI sebagai solusi untuk membuat koperasi maju dan berkembang bersama-sama di dunia koperasi Indonesia. SDTI hadir sebagai bagian dalam proses pemanfaatan teknologi digital, khususnya di sektor koperasi.
Sejalan dengan visi “purpose driven innovation” maka SDTI yakin mampu menghadirkan inovasi demi memperkuat eksistensi koperasi di seluruh Indonesia.
Pada umumnya, tahap awal pendirian koperasi di mana jumlah anggota dan transaksi pembukuan masih sedikit, pengelolaan pembukuan koperasi masih sederhana. Seiring peningkatan jumlah anggota dan jumlah transaksi koperasi, maka pengelolaannya semakin kompleks, sehingga banyak pekerjaan atau proses pembukuan yang bermasalah.
Dengan coopRASI, permasalahan seperti ini tidak akan terjadi pada koperasi, karena semua alur pembukuan akan terintegrasi dengan baik menggunakan aplikasi coopRASI.
Baca: Tabrak Motor yang Diparkir, Pria Berusia 71 Tahun di Purwokerto Tewas
Chairman Multi Inti Sarana (MIS Group) Tedy Agustiansjah mengakui, saat ini MIS Group mengembangkan teknologi di era digital, sehingga semua operasional dilakukan berdasarkan revolusi industri 4.0.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mis-group1.jpg)