Seorang Penyuluh Agama di Majene Terancam Dicopot

Seorang Penyuluh Agama non PNS di Kabupaten Majene, Sulbar, terancam dicopot.

Seorang Penyuluh Agama di Majene Terancam Dicopot
TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI
Kasi Bimas Islam Kemenag Majene, Abdullah. TRIBUN TIMUR/EDYATMA JAWI 

TRIBUNNEWS.COM, MAJENE - Seorang Penyuluh Agama non PNS di Kabupaten Majene, Sulbar, terancam dicopot.

Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Majene, Abdullah, Jumat (19/7/2019) mengatakan, seorang penyuluh agama di daerah ini bakal dicopot lantaran tidak lagi memenuhi persyaratan.

Usianya melebihi ambang batas yang ditetapkan.

"Persyaratan khusus pada poin pertama adalah, usia serendah-rendahnya 22 tahun dan setinggi-tingginya 60 tahun," jelas Abdullah.

Penyuluh non PNS yang bakal diberhentikan berinisial M yang bertugas di wilayah Kecamatan Banggae.

Baca: TERUNGKAP Kasus-kasus Kriminalitas Muslim Cs Pengeroyok Anggota TNI: Penjarahan Hingga Perampasan

Baca: Lama Bungkam, Ahok Ungkap Kondisi Hubungannya dengan Putri Semata Wayangnya, Nathania Purnama

Baca: Deretan Tokoh Senior yang Dikaitkan jadi Calon Menteri Jokowi, Siapa Saja?

Usia M telah melebihi 60 tahun sehingga dianggap tidak bersyarat lagi.

M mengikuti perekrutan sebagai penyuluh pada 2017 lalu. Saat itu usianya belum mencapai 60 tahun.

Namun tahun ini, usia M telah melewati batas 60 yang ditetapkan dalam Peraturan Dirjen Bimas Islam Kemenag.

Fakta ini juga menjadi temuan auditor Irjen Kemenag RI saat melangsungkan pemeriksaan Juni lalu.

"Dengan adanya temuan ini maka kemenag Majene akan melakukan Pergantian Antar Waktu atau PAW," jelas mantan Kasubag Tata Usaha Kemenag Majene ini. (Tribun Majene.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Seorang Penyuluh Agama di Majene Bakal Dicopot, Ini Penyebabnya

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved