Penipuan Penjualan Perumahan Fiktif di Sidoarjo, Total Kerugian Warga Hingga Rp 7 Miliar

Untuk meyakinkan para korban, pelaku menyebar brosur, memasang spanduk, dan memasarkan perumahan seharga Rp 200 juta

Penipuan Penjualan Perumahan Fiktif di Sidoarjo, Total Kerugian Warga Hingga Rp 7 Miliar
M Taufik/Surya
Bos perusahaan properti yang menipu puluhan pembeli dengan menjual perumahan fiktif jadi tersangka di Polresta Sidoarjo. 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Polisi membongkar kejahatan penipuan bermodus penjualan perumahan fiktif di Sidoarjo.

Seorang pria dicokok setelah dilaporkan oleh warga yang merasa dirugikan.

Muhammad Fattah ditangkap karena menawarkan rumah yang hingga kini belum juga dibangun, padahal sudah ada puluhan pelanggan yang sudah membayar dengan total hingga Rp 7 Miliar.

Tersangka penipuan perumahan fiktif di Sidoarjo, Muhammad Fattah, diduga tidak sendirian melakukan kejahatannya itu sejak tahun 2015.

Direktur Utama PT Alisa Zola Sejahtera juga memanfaatkan tenaga marketing dan beberapa orang untuk memasarkan perumahan fiktif di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

"Kami berharap polisi masih terus mengembangkan perkara ini, dan membongkar semua. Tidak berhenti di satu orang tersangka saja," ujar Abdul Malik, kuasa hukum para korban penipuan tersebut, Jumat (9/8/3019).

Pihaknya juga mempertanyakan, siapa orang yang memegang uang dari para nasabah. Karena selama ini, banyak korban sudah menyerahkan uang ratusan juta, tapi tidak jelas bangunannya dan tak jelas pula ke mana larinya uang itu.

"Selain keterlibatan orang lain, para korban juga berharap aliran uang di perusahaan tersebut diungkap. Karena banyak sekali uang korban sudah diserahkan tapi tidak pernah ada realisasi perumahan seperti yang dijanjikan," imbuhnya.

Muhammad Fattah sendiri sudah jadi tersangka. Pria 27 tahun asal Plemahan, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya tersebut juga harus mendekam di dalam penjara Polresta Sidoarjo akibat penipuan yang telah dilakukannya.

Dari keterangan pihak kepolisian, total korban dalam penipuan ini ada 69 orang.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved