Mahasiswa KKN UGM yang Tenggelam di Palangkaraya Belum Ditemukan

Ricky Dwi Hari(22), seorang mahasiswa KKN PPM UGM yang dilaporkan tenggelam di Teluk Pulau Kaja, Pelabuhan Sei Gohong, Palao belum diketemukan

Mahasiswa KKN UGM yang Tenggelam di Palangkaraya Belum Ditemukan
Jurnalis Warga/Rihna Nurohmah
Mahasiswa KKN UGM membuat gardu pandang di Desa Taraju, Tasikmalaya, Jawa Barat. JURNALIS WARGA/RIHNA NUROHMAH 

TRIBUNNEWS.COM - Sampai dengan Senin sore, Ricky Dwi Hari Yulianto (22), seorang mahasiswa KKN PPM UGM yang dilaporkan tenggelam di Teluk Pulau Kaja, Pelabuhan Sei Gohong, Palao belum juga diketemukan.

Ricky sendiri merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang berasal dari Desa Kalibaru Kulon, Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur.

Dari informasi yang dihimpun Tribujogja.com, awal mula kejadian, pada Minggu (11/8/2019) Ricky bersama dengan kedua temannya Najmi Jamal (22) dan Wahyu Adistia Firdaus (21) sedang mandi di Das Sungai Rungan Teluk Pulau Kaja sekitar pukul 17.10 WIB.

Baca: Kenangan 25 Tahun Lalu Ganjar Pranowo dengan Mbah Siti, Pemilik Rumah Semasa KKN

Namun nahas, sekitar 10 menit mandi, Ricky terbawa arus gelombang perahu kelotok yang lewat.

Kedua teman Ricky yang juga menjadi saksi kejadian tersebut, mengaku hanya melihat lambaian tangan Ricky, sedangkan badannya sudah dalam keadaan tenggelam.

Merespon hal tersebut, Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengaku sampai dengan saat ini segenap Tim UGM bersama dengan Kagama Palangkaraya dibantu berbagai pihak tengah melakukan proses penyelamatan dan evakuasi korban.

Iva berharap Ricky bisa segera ditemukan.

"Telah terjadi musibah yang mengakibatkan mahasiswa KKN PPM UGM terseret arus di Teluk Pulau Kaja. Keluarga besar UGM mohon doa agar ananda Ricky Dwi Hari Yulianto berhasil ditemukan dalam kondisi selamat," ungkapnya.

Rektor UGM, Panut Mulyono menerangkan jika pihaknya merasa sangat prihatin atas kejadian yang menimpa seorang mahasiswanya.

"Sangat prihatin, karena itu mahasiswa kami yang sedang KKN mengalami musibah pada saat mandi di sungai. Kami merasa sangat prihatin dengan kejadian ini, semoga hal tersebut tidak pernah terulang," terangnya.

Panut mengungkapkan, pihaknya tidak henti-hentinya memberikan nasehat kepada para mahasiswanya agar dalam menjalankan aktivitasnya selalu mengedepankan keselamatan diri.

Namun, menurutnya yang namanya musibah tidak ada yang bisa memperkirakan.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved