Kisah Sarjana Pedalangan yang Ciptakan Alat Pengubah Air Menjadi Bahan Bakar Terbarukan

Bermula dari keinginan untuk mencari enegi terbarukan, Pande Ketut Bangbang Liawan mampu menciptakan alat pengubah air

Kisah Sarjana Pedalangan yang Ciptakan Alat Pengubah Air Menjadi Bahan Bakar Terbarukan
Muhammad Fredey Mercury/Tribun Bali
Pande Ketut Bangbang Liawan mampu menciptakan alat pengubah air menjadi bahan bakar terbarukan, api menyala dari alat yang ia ciptakan 

Alat tersebut tergolong sederhana.

Terdapat dua tabung reaktor berbahan paralon dan kaca serta selang penyalur hidrogen, hasil penguraian oksigen.

Cara kerja alat memasukkan air tawar ke dalam tabung reaktor dicampur dengan katalis.

“Katalis merupakan suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu.

Katalis ini berupa garam dapur, soda kue, potasium dan sebagainya yang ramah lingkungan,” papar ayah lima anak ini.

Tabung reaktor yang telah dicampur katalis, selanjutnya dialiri listrik DC (Direct Current) untuk menghidupkan tabung reaktor.

Wawan mengatakan hidrogen hasil penguraian itu tidak bisa langsung digunakan tetapi harus dimasukkan ke dalam air untuk proses pemurnian.

“Besar kecilnya api tergantung besarnya reaktor serta keseimbangan volt dan ampere.

Apabila tidak melalui proses pemurnian dan langsung digunakan, bisa menyebabkan ledakan,” ujarnya.

Pembuatan alat tersebut membutuhkan waktu selama tiga hari.

Meskipun tergolong singkat, Wawan tidak memungkiri sempat gagal sebanyak dua kali lantaran meledak.

Namun, ia menyatakan ledakan tidak berbahaya.

Biaya pembuatan alat ini Rp 500 ribu. Wawan mengatakan alat sejenis sudah banyak digunakan khususnya di luar Bali, untuk kendaraan bermotor.

Sedangkan di wilayah Bangli, Wawan mengaku alat karyanya diminati kalangan peternak ayam.

Alat tersebut digunakan sebagai penghangat suhu kandang ayam.

“Besar-kecilnya pengeluaran tergantung luas kandang.

Rata-rata untuk peternak kecil, dalam sepuluh hari membutuhkan biaya Rp 2 hingga Rp 6 juta," jelasnya.

Wawan tidak menjual alat karyanya.

"Alat ini tidak akan saya jual, melainkan dengan sistem sewa.

Nantinya saya rekrut anak-anak yang belum bekerja sebagai operator yang mengecek setiap hari.

Ke depan alat ini bisa juga digunakan untuk kompor air. Sebab dengan satu liter air mampu memenuhi kebutuhan selama setengah hari,” demikian Wawan. (Muhammad Fredey Mercury)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Kisah Pria Lulusan Seni Pedalangan di Bali Temukan Alat Pengubah Air Jadi Bahan Bakar Terbarukan

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved