Kasus Mutilasi

Mondok di Banten Usai Membunuh Vera, Prada DP Menunduk Saat Hakim Ungkap Asal Usul Abah Syar'i

Beberapa keterangan Prada Deri Pramana atau Prada DP dalam sidang kasus pembunuhan Vera Oktaria diragukan majelis hakim.

Mondok di Banten Usai Membunuh Vera, Prada DP Menunduk Saat Hakim Ungkap Asal Usul Abah Syar'i
Kompas.com/Aji YK Putra
Prada DP memperagakan cara mencekik Fera Oktaria (21) kekasihnya sendiri ia telah ia bunuh saat di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (15/8/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Beberapa keterangan Prada Deri Pramana atau Prada DP dalam sidang kasus pembunuhan Vera Oktaria diragukan majelis hakim.

Sidang lanjutan di pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (15/8/2019) tersebut beragenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Ada beberapa poin yang keterangan Prada DP yang diragukan majelis hakim.

Termasuk dengan pernyataan Prada DP yang mengatakan bahwa dirinya pergi ke Serang, Banten untuk mondok di pesantren guna belajar mengaji.

Baca: Segerombol Geng Motor Beraksi di Cempaka Putih, Bacok Pemuda Lalu Melarikan Diri

Baca: Reaksi Walhi Dengar Anies Baswedan Gelar Upacara HUT RI Ke-74 di Pulau Reklamasi

Baca: Fakta Album Baru NOAH Keterkaitan Keterikatan, Karantina di Kapal Cheng Ho dan Hadirnya Sosok Uki

"Kalau untuk belajar mengaji, kenapa harus jauh-jauh ke Banten. Bukankah di Sungai Lilin juga banyak guru mengaji,"tanya anggota majelis hakim Mayor Chk Syawaluddin SH ke Prada DP.

Mendengar pertanyaan tersebut, Prada DP yang semula menangis sesenggukan langsung menundukkan kepalanya.

Namun, dia tetap pada pengakuannya yang mengatakan pergi ke Banten untuk belajar mengaji.

"Di Banten saya ketemu sama guru ngaji. Namanya Abah Syar'i," kata Prada DP.

Mendengar pernyataan tersebut, majelis hakim lantas membeberkan riwayat hukum yang pernah menjerat orang yang disebut Abah Syar'i itu.

Majelis hakim menyebutkan Abah Syar'i pernah berurusan dengan hukum pada tahun 2013-2014 lantaran menyembunyikan buronan.

Halaman
1234
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved