Minggu, 31 Agustus 2025

Rusuh di Papua

Update Kerusuhan di Manokwari Papua Barat, Ada Provokasi Media Sosial hingga Pernyataan Polda Jatim

Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat terjadi pada hari Senin (19/8/2019), akibatnya gedung DPRD Papua Barat hangus terbakar atas insiden ini.

Capture/KOMPAS TV
Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak menemui langsung massa di jalan. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo menyatakan, kerusuhan di Manokwari diakibatkan adanya massa yang terprovokasi oleh sebuah konten di media sosial tentang peristiwa yang terjadi di Surabaya.

Dedi pun menyayangkan kondisi yang terjadi di Manokwari, padahal Manokwari dikenal sebagai kota paling aman di wilayah Papua.

Menurutnya peristiwa yang terjadi di Surabaya sebenarnya sudah cukup kondusif dan telah ditangani Polri.

Saat ini akun penyebar konten tersebut sedang ditelusuri pihak kepolisian untuk diselidiki Identitasnya.

Dedi Prasetyo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan turut menjaga situasi kondusif Manokwari.

Lebih lanjut, ia mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi di depan publik asal tidak melakukan tindakan anarki.

Juga tidak melaukukan perusakan fasilitas publik dan melakukan pemblokiran jalan.

Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak menemui langsung massa di jalan.
Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak menemui langsung massa di jalan. (Capture/KOMPAS TV)

Baca: Gedung DPRD Hingga Bekas Kantor Gubernur Papua Barat Dirusak Pendemo

3. Langkah Polri cegah warga Papua se-Indonesia turun ke jalan 

Polri menggandeng tokoh masyarakat Papua di seluruh Indonesia menyusul kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, upaya kepolisian tersebut demi mencegah warga Papua yang ada di penjuru Indonesia turun ke jalan.

"Kami melibatkan seluruh tokoh masyarakat. Kemudian tokoh adat Papua setempat untuk bersama-sama memberikan edukasi, lalu memberikan pencerahan kepada masyarakat (Papua di daerahnya masing-masing) tentang situasi yang sebenarnya (di Manokwari)," ujar Dedi di Mabes Polri, Senin pagi.

Kepolisian pun berharap warga Papua yang ada di penjuru Indonesia dapat menahan diri serta tidak terprovokasi.

Kkhususnya oleh pesan berantai di media sosial yang membentuk opini tertentu.

"Jangan terprovokasi oleh ulah oknum-oknum tertentu yang memang ingin membuat keruh keadaan," ujar Dedi.

Dedi sekaligus memastikan, meski sempat terjadi kerusuhan, kepolisian dibantu TNI saat ini sudah berhasil mendinginkan massa di Manokwari.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan