Rusuh di Papua

Sri Sultan: Warga Papua di Yogyakarta Tak Perlu Demo

Ngarso Dalem juga berharap agar masyarakat Papua yang tinggal di Yogyakarta tidak mengambil inisiatif yang tidak diperlukan.

Sri Sultan: Warga Papua di Yogyakarta Tak Perlu Demo
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. TRIBUN JOGJA/ALEXANDER ERMANDO 

Berdasarkan pantauan jurnalis Kompas TV di Sorong, Djasman, awalnya, sekitar pukul 09.00 WIT, massa memblokade jalan di pertigaan kilometer 10.

Polisi yang tiba kemudian memukul mundur massa dengan memberikan imbauan agar membubarkan diri.

Baca: 5 Fakta Pernikahan Glenn Fredly dan Pedangdut Mutia Ayu, Digelar Tertutup Persiapan Cuma 2 Bulan

"Atas nama undang-undang, kami minta untuk membubarkan diri," ucap seorang polisi melalui pengeras suara.

Tak digubris, polisi kemudian melepaskan tembakan gas air mata.

Massa membalasnya dengan lemparan batu.

Dua mobil water cannon dikerahkan untuk memukul mundur massa.

Massa yang tidak terima kemudian membakar dua kios.

Aksi massa yang dilakukan Selasa pagi merupakan aksi lanjutan pada Senin (19/8/2019) kemarin.

Kantor DPRD Kota Sorong, Papua Barat dibakar pendemo, Senin (19/8/2019) sore WIT.
Kantor DPRD Kota Sorong, Papua Barat dibakar pendemo, Senin (19/8/2019) sore WIT. (Kompas TV)

Sekolah Diliburkan

Pasca-kerusuhan Senin (19/8/2019), situasi Kota Manokwari, Papua Barat kini berangsur normal.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved