Rusuh di Papua

Sri Sultan: Warga Papua di Yogyakarta Tak Perlu Demo

Ngarso Dalem juga berharap agar masyarakat Papua yang tinggal di Yogyakarta tidak mengambil inisiatif yang tidak diperlukan.

Sri Sultan: Warga Papua di Yogyakarta Tak Perlu Demo
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. TRIBUN JOGJA/ALEXANDER ERMANDO 

Selasa (20/8/2019) masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas.

Namun demikian, berdasarkan pantauan Kompas.com, sekolah di Kota Sorong masih meliburkan siswanya.

Kantor pemerintahan sebagian juga masih libur dan sebagian lagi sudah masuk.

Anggota TNI dan polisi juga terlihat membersihkan jalan dari ranting-ranting pohon yang sebelumnya dipakai untuk melakukan aksi blokade.

Baca: Kronologis Pawang Meninggal saat Atraksi Kuda Lumping: Warga Merasa Aneh Melihat Korban Berdarah

Sekretaris Daerah Papua Barat, Nataniel Mandacan memantau gedung DPRD dan Majelis Rakyat Papua yang dibakar massa pada aksi protes tersebut.

Nataniel mengatakan, agar aktivitas anggota DPRD tetap berjalan, pihaknya akan menyewa tempat sebagai pengganti sementara gedung DPRD yang dibakar massa.

"Kami akan menyewa tempat agar anggota DPRD masih bisa berkativitas lagi," kata Nataniel kepada Kompas.com saat memantau puing-puing gedung DPRD Papua Barat.

Terkait nasib gedung DPRD yang dibakar, Sekda mengatakan masih dalam pertimbangan, apakah akan kembali dibangun di lokasi lama atau mencari tanah baru.

Ditanya soal aksi pembakaran gedung DPRD Papua Barat, Nataniel menolak berkomentar lebih jauh.
Sebab menurutnya hal itu sudah masuk ke penegak hukum.

"Namun kami sayangkan aksi pembakaran itu. Boleh lah memalang jalan, tapi jangan membakar kantor pemerintah karena yang rugi masyarakat juga," kata Nataniel.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved