Sabtu, 30 Agustus 2025

Kronologis Tewasnya I Kadek Roy Adinata, Semua Berawal dari Cekcok Mulut di Kafe

Berawal dari cekcok mulut di sebuah cafe di Desa Angantaka, mengakibatkan seorang pemuda I Kadek Roy Adinata tewas ditebas.

Editor: Dewi Agustina
nakedsecurity.sophos.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, BADUNG - Berawal dari cekcok mulut di sebuah cafe di Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, dua kelompok pemuda terlibat perkelahian maut, Minggu (25/8/2019) dini hari.

Perkelahian ini mengakibatkan seorang pemuda Banjar Sigaran, Desa Sedang, Abiansemal, I Kadek Roy Adinata (26), tewas ditebas.

Sedang temannya, Agus Gede Nurhana Putra (17), dalam kondisi kritis.

Kejadian itu bermula saat Agus Nurhana Putra bersama teman-temannya (kurang lebih 10 orang) sedang minum-minum di café.

Tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari desa lain.

Saat itu pun terjadi adu mulut, hingga mengakibatkan keributan antara kedua belah pihak.

Bahkan saat itu dikabarkan terjadi pemukulan di dalam cafe.

"Keributan sempat berhenti karena ada yang merelainya. Hingga kedua belah pihak sama-sama pergi meninggalkan cafe," ujar Kapolsek Abiansemal, Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa, saat menceritakan kronologis kejadian kemarin.

Baca: Ditanya Perasaannya Saat Video Location Unknown Viral, Gempi Malah Tanyakan Hal Lucu ke Gisel

Kejadian yang berlangsung pukul 02.000 Wita itu pun disebutnya tidak selesai sampai di sana.

Malahan keributan kembali terjadi dan saling pukul di jalan raya sebelah barat perumahan Alam Pajar, Desa Angantaka.

Usai saling pukul memukul, kedua kelompok pemuda itu sama-sama membubarkan diri.

"Satu kelompok pemuda pergi mengarah ke timur jurusan Desa Kutri Gianyar. Akan tetapi Agus Gede Nurhana Putra berusaha mengejar bersama temannya yang bernama I Kadek Roy Adinata hingga di Banjar Tunon, Gianyar," jelasnya.

Tak berhasil mengejar, kedua pemuda itu pun berbalik arah.

Namun dua remaja yang dikejar yakni Putu BWS (15) bersama Dewa PEAM (15) ternyata mengambil sebilah parang, dan kembali mengejar balik.

"Mereka ini saling kejar mengejar. Hingga akhirnya mereka bertemu di pertigaan jalan Desa Adat Samu, Abiansemal. Melihat salah seorang membawa parang, kedua pemuda Banjar Sigaran pun pergi, dan terus dikejar," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan