Setelah Ribut dengan Polisi karena Ditilang, Pengedara Motor Ini Tewas
Pemuda asal Desa Paok Motong, Lombok Timur, Zaenal Abidin (29, tewas setelah diduga berkelahi dengan oknum kepolisian di Satlantas Polres Lombok Timur
Aiptu I Wayan Merta Subagia menyampaikan kepada Zainal Abidin untuk turun dari kendaraan, namun masih dengan nada keras Zaenal Abidin mengatakan, "Mau mu apa".
Bripka Nuzul lalu menghampiri Zaenal Abidin dengan tujuan menenangkan sambil berkata, "Ada apa Pak, tolong tenang".
Secara tiba-tiba, Zaenal Abidin disebut menyerang Bripka Nuzul dengan cara memukul menggunakan tangan terkepal ke bagian pipi sebelah kiri dan hidung secara bertubi-tubi.
Akibat pececokan itu perkelahian tidak terelakan.
Zaenal Abidin disebutkan melakukan perlawanan dan anggota melakukan pembelaan diri hingga mengakibatkan Zaenal Abidin terjatuh dan menabrak pot bunga yang ada di lapangan apel Satlantas.
Hingga akhirnya, Zaenal Abidin dilumpuhkan dan selanjutnya diserahkan ke SPKT Polres Lotim.
Akibat serangan dari Zaenal Abidin, Bripka Nuzul juga langsung dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka yang disebut cukup serius.
Zaenal Abidin sempat diperiksa Satreskrim Polres Lotim, namun saat pemeriksaan Zaenal Abidin tiba-tiba tidak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD Selong.
Namun, nyawa Zaenal Abidin tak tertolong.
Polres Lotim disebut sudah membiayai pengobatan dan pemakaman Zaenal Abidin.
Polisi juga disebut sudah melakukan musyawarah dengan keluarga Zaenal Abidin.
Kasatlantas Polres Lombok Timur AKP Ryan Faisal yang dikonfirmasi membenarkan rilis tersebut.
"Iya, betul Mas, dari bapak kapolres," jawab Faisal, singkat, Senin (9/9/2019).
Kapolda NTB Angkat Bicara
Terbaru, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana akhirnya angkat bicara soal kematian Zaenal Abidin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/razia-operasi-patuh-mahakam-di-samarinda_20190903_222702.jpg)