Rusuh di Papua

Lebih dari 800 Mahasiswa Papua Pulang Kampung, Klarifikasi MRP hingga TNI Siapkan Hercules

Berita terkini Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) memberikan klarifikasi atas terjadinya gelombang mahasiswa Papua pulang kampung

Lebih dari 800 Mahasiswa Papua Pulang Kampung, Klarifikasi MRP hingga TNI Siapkan Hercules
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua-Jawa Barat, Aliansi Mahasiswa Papua, dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua menggelar unjuk rasa menyikapi isu yang berkembang pasca-terjadinya dugaan tindakan rasis di Jawa Timur, di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/8/2019). Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan 18 poin tuntutan, satu di antara tuntutannya adalah mengutuk pelaku pengepungan asrama Kamasan Papua di Surabaya dan penyerangan aksi damai di Malang serta tangkap dan adili aktor intelektual pengepungan dan penyerangan tersebut. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Berita terkini Papua, MRP memberikan klarifikasi atas terjadinya gelombang mahasiswa Papua pulang kampung

TRIBUNNEWS.COM - Majelis Rakyat Papua (MRP), anggota dewan yang beranggotakan warga asli Papua, memberikan klarifikasi soal ratusan mahasiswa Papua yang memilih pulang kampung.

Dari data terakhir yang disebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, sudah sekitar 830 mahasiswa Papua kembali ke tempat asalnya.

Sementara, Wiranto mengatakan TNI menyiapkan pesawat Hercules untuk mengangkut mahasiswa yang ingin kembali ke tempat belajar. 

Berikut rangkuman terkini berita ratusan mahasiswa Papua yang pulang kampung sebagaimana dihimpun Tribunnews.com, Selasa (10/9/2019):

1. Klarifikasi MRP

Dalam keterangannya, Ketua MRP, Timotius Murib membantah kepulangan ratusan mahasiswa Papua ke daerah asalnya, lantaran maklumat yang pernah dikeluarkan MRP pada 21 Agustus 2019.

"MRP dalam mengeluarkan maklumat telah melalui proses dan prosedur yang berlaku, tidak ada tekanan," ujar Timotius di Jayapura, Selasa (10/9/2019).

Menurut Timotius, maklumat itu merupakan keputusan dari 28 kabupaten/kota.

Sebanyak 50 anggota MRP menyikapi situasi yang mengancam kehidupan mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua.

Halaman
1234
Penulis: Daryono
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved