Warga Kampung Kunga Papua Adakan Upacara Bakar Batu Minta Keselamatan Agar Terhindar Aksi KSB

Ia mengatakan dalam acara bakar batu tersebut masyarakat membakar lima ekor babi.

Warga Kampung Kunga Papua Adakan Upacara Bakar Batu Minta Keselamatan Agar Terhindar Aksi KSB
Pendam XVII/Cenderawasih
bakar batu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Kampung Kunga, Distrik Amukia Kab. Puncak mengadakan acara Bakar Batu dalam rangka meminta keselamatan agar terhindar dari aksi KSB (Kelompok Separatis Bersenjata) pasca penindakan dan penegakan hukum yang dilakukan oleh Aparat Keamanan Gabungan TNI/Polri terhadap Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) pada 24 Agustus 2019 lalu di wilayah Distrik Gome.

Kapendam XVII/ Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan, acara bakar batu yang dilaksanakan pada hari Minggu kemarin (15/09/2019) sekitar pukul 11. 00 sampai 15.00 WIT telah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya dengan dana sukarela masyarakat Kampung Kunga.

Ia mengatakan dalam acara bakar batu tersebut masyarakat membakar lima ekor babi.

"Menurut informasi yang beredar bahwa masyarakat sekitar kampung Kunga merasa resah dan tidak aman dengan adanya KSB (Kelompok Separatis Bersenjata) yang sering datang ke daerah kampung Kunga untuk meminta bahan makanan (Bama) kepada masyarakat secara paksa dan apabila dari kepala suku/kepala perang menentang maka akan dibunuh oleh KSB tersebut," kata Eko dalam keterangannya pada Senin (16/9/2019).

Baca: Dikaitkan Kemunculan Anaconda, Ini Sederet Fakta Ular Raksasa Hangus Terbakar di Hutan Kalimantan

Baca: Krisis Air di Calon Ibu Kota Negara, PDAM Danum Taka Penajam Imbau Pelanggan Efisien Gunakan Air

Ia mengatakan, masyarakat berharap agar pihak aparat keamanan bisa segera mengusir Kelompok Separatis Bersenjata yang berada di sekitaran wilayah Kampung Kunga terutama yang berasal dari luar wilayah Ilaga.

Hal itu menurutnya agar masyarakat tidak takut lagi melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Eko mengatakan, menurut masyarakat kampung Kunga Aparat Keamanan yang berada di wilayah Ilaga Kabupaten Puncak mempunyai wewenang dan tanggung jawab secara hukum menjalankan tugas sesuai aturan dan berbeda dengan KSB yang tidak mempunyai hukum dan bahkan selalu melakukan tindakan kekerasan serta kejahatan kriminal yang melanggar hukum.

"Informasi lain juga diperoleh bahwa pada tanggal 14 September 2019 di daerah Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, telah terjadi aksi pemalangan yang dilakukan oleh KSB pimpinan Peni Murib dan Militer Murib terhadap masyarakat pekerja (tukang ojek) dengan cara langsung mengambil kunci motor dan meminta kepada para tukang ojek apabila mau kunci montornya kembali maka harus ditukar dengan Bama, kemudian demi keamanan dan keselamatan para tukang ojek tersebut menyanggupinya," kata Eko.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved