Senin, 1 September 2025

Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Kronologi Demonstrasi Ribuan Mahasiswa di Solo Ricuh, Polisi Sebut Ada Provokator

Aksi demonstrasi mahasiswa menuntut pembatalan UU KPK dan RUU KUHP di Solo berakhir ricuh, Selasa (24/9/2019).

Penulis: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Solo ricuh, Selasa (24/9/2019). 

Mereka ingin masuk tanpa embel-embel apapun dan semua mahasiswa untuk dibiarkan masuk.

Hingga pukul 13.26 WIB, mahasiswa masih bertahan di pintu masuk gedung DPRD Solo.

Mobil Komando Diambil Alih Oknum Tak Dikenal

Mobil pickup yang digunakan sebagai komando demonstran ternyata milik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Hal tersebut dinyatakan oleh Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai usai aksi demo penolakan revisi RUU dan RUKHP berakhir, Selasa (24/9/2019).

"Tadi ada laporan dari mahasiswa UNS bahwa tadi mobil dibawa oleh BEM UNS," jelasnya.

Namun saat aksi demo berlangsung mobil diambil alih oleh oknum yang tidak dikenal.

"Informasinya mobil milik BEM UNS, tapi ada yang mengambil alih," katanya pada TribunSolo.com.

Aksi demo #BengawanMelawan di Solo yang dilakukan ribuan mahasiswa di Solo Raya, ricuh.
Aksi demo #BengawanMelawan di Solo yang dilakukan ribuan mahasiswa di Solo Raya, ricuh. (TribunSolo.com/Agil Tri)

Saat ditanya siapa yang mengambil alih Kapolresta Solo belum mengetahui siapa oknum yang mengambil alih mobil pickup tersebut.

"Diambil alih tapi belum tahu siapa yang mengambil alih," bebernya.

Sampai saat ini mobil pickup tersebut telah diamankan oleh aparat kepolisian yang ada di Kantor DPRD Surakarta.

Baca: Ada Sejumlah Emak-emak Beri Makan-minum Gratis kepada Para Demonstran di DPR RI

Menurut Presiden BEM UMS Danang Maulana mengatakan awalnya ada dua mobil komando.

"Awalnya ada dua mobil komando tapi tidak jadi tapi diubah menjadi satu mobil," akunya, Selasa (24/9/2019).

Polisi Bikin Pagar Hidup

Sebelumnya, Polisi membuat pagar hidup untuk menghalangi mahasiswa yang memaksa masuk ke DPRD Solo.

Mahasiswa sudah melewati pagar berduri yang dibuat oleh pihak Kepolisian.

Mereka terus berteriak "Satu komando Satu Perjuangan Mahasiswa Bersatu Tak Bisa Dikalahkan".

"Pak polisi kami mohon dengan segara hormat, kami melakukan ini atas nama penderitaan rakyat," kata mahasiswa.

(TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso/Reza Dwi Wijayanti)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan