Tegur Siswanya yang Merokok, Seorang Guru di Manado Tewas Ditikam Sang Murid

Seorang guru SMK di manado bernasib nahas, tewas di tangan muridnya sendiri, setelah ditikam beberapa kali oleh sang siswa.

Tegur Siswanya yang Merokok, Seorang Guru di Manado Tewas Ditikam Sang Murid
Jufry Mantak?Tribun manado
Alexander Pengkey (54), yang setelah ditikam muridnya FL (16) terbaring lemah di ruangan Resusitasi RSUP Prof Kandou Manado, Sulawesi Utara 

Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani saat dikonfirmasi tribunmanado.co.id, Senin malam. "Informasi yang masuk setengah jam yang lalu, bahwa guru yang ditikam siswanya sudah meninggal dunia," kata Kapolsek.

Diketahui, Alexander seorang guru agama di SMK yang berlokasi di Kelurahan Mapanget Barat. Peristiwanya terjadi di depan halaman sekolah Senin siang. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit AURI dan dirujuk ke RSUP Prof Kandou.

Menurut istri korban Silvia Walalangi, peristiwa penikaman ini terjadi di depan sekolah, Senin (21/10/2019) siang setelah selesai belajar.
"Saya berada di Tondano. Saya ditelepon, bahwa suami saya masuk rumah sakit, karena ditikam siswanya," ujar istri korban saat ditemui tribunmanado.co.id, di Ruang Resusitasi RSUP Prof Kandou.

Lanjutnya, mereka sudah melaporkan kasus ini di Polresta Manado.

"Kalau saya dengar, motifnya, suami saya menegur siswa itu karena merokok saat jam sekolah," katanya.

Tambahnya, di saat suaminya akan pulang dengan menggunakan sepeda motor, tiba-tiba siswa yang dimarahinya itu mendatangi korban.
"Informasi suami saya di atas motor, lalu ditikam berulang kali oleh siswanya," ucapnya lalu menangis.

Kapolsek Mapanget AKP Muhils Suhani, mengatakan, bahwa keluarga membuat laporan di Polresta Manado.

"Kasus ini ditangani Polresta Manado, laporan sudah ada di Polresta Manado," katanya.

Psikolog Orley Charity Sualang mengatakan, banyak faktor yang melatarbelakangi seorang anak remaja sampai menjadi pelaku pembunuhan.

Seseorang yang dalam memasuki masa remaja memiliki kondisi emosi yang labil, hal ini erat hubungannya dengan hormon.

Seorang remaja memiliki kontrol diri yang lemah, sehingga sulit bagi mereka untuk membedakan mana perilaku baik dan tidak baik sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki.

Kurangnya kasih sayang dari orangtua atau berasal dari keluarga broken home atau hilang peran dari satu orangtua misalnya karena kematian, perceraian atau dibesarkan di panti asuhan.

Kurangnya pengawasan dari orangtua disebabkan karena orangtua yang cuek, sakit secara jasmani/rohani.

Terkait kontrol diri yang kurang, remaja sangat besar terpengaruh perilakunya dari lingkungan sekitar.

Pergaulan dengan teman sebaya yang kurang baik juga berperan banyak dalam proses berperilaku negatif. (Kompas.com/Tribunmanado.co.id/Jufry Mantak)

Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul UPDATE : Guru SMK Ditikam Siswanya Berulang Kali Saat di Atas Sepeda Motor Hendak Pulang,

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved