Rabu, 8 April 2026

Proses Belajar Mengajar Tiga Sekolah Sempat Llumpuh di Woyla Timur

Kawasan Woyla Timur memang merupakan salah satu kecamatan di Aceh Barat yang sering dilanda banjir

Editor: Eko Sutriyanto
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL
Seorang bocah berdiri di genangan air banjir di depan rumah di kawasan Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM,  MEULABOH - Banjir yang melanda Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat sejak Kamis (24/10) lalu, dilaporkan pada Jumat (25/10) kemairn, telah surut.

Meski begitu, proses belajar mengajar (PBM) di tiga sekolah yang sempat lumpuh, hingga kemarin masih terganggu lantaran ruang kelas dipenuhi lumpur.

Untuk diketahui, dampak banjir yang menerjang kawasan Woyla Timur, Kamis kemarin, mengakibatkan tiga sekolah mencakup SDN Alue Meuganda, SMPN 3 Woyla Timur di Tuwi Empeuk, dan SDN Blang Luah, terpaksa meliburkan siswanya.

Pasalnya, ruangan dan halaman ketiga sekolah itu direndam air, sehingga proses belajar mengajar tidak bisa dilakukan.

Ternyata terganggunya PBM di sekolah tersebut masih berlanjut hingga Jumat kemarin.

Baca: Aceh dalam Perspektif Sebagai Pilar Kekuatan Kebangsaan NKRI

Walau banjir sudah surut, namun aktivitas belajar di sekolah itu belum bisa dilaksanakan seperti biasa, akibat masih adanya lumpur yang mengendap di lantai ruangan belajar.

“Saat ini banjir telah mulai surut, namun sebagian sekolah masih diliburkan akibat semua ruangan ada endapan lumpur yang belum dibersihkan,” kata Warjohan SSos, Camat Woyla Timur kepada Serambi, Jumat (25/10).

Ia mengakui, kawasan Woyla Timur memang merupakan salah satu kecamatan di Aceh Barat yang sering dilanda banjir, seperti yang terjadi pada Kamis kemarin.

Hanya saja, sebut dia, walau banyak rumah warga ikut terendam, namun tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi gara-gara banjir.

“Semua warga tetap memilih bertahan di rumah masing-masing,” ucapnya.

Keuchik Gampong Baro, Kecamatan Woyla Timur, M Nasir membeberkan, situasi di desanya pada Jumat (25/10),  telah normal kembali seperti biasa, termasuk aktivitas belajar mengajar di sekolah dalam kawasan desanya.

Baca: Ikan Gurame Bau Lumpur Saat Akan Dimasak? Hilangkan dengan Trik Ala Restoran

“Namun begitu, sebagian warga masih disibukkan membersihkan lumpur yang mengendap di lantai rumah mereka akibat luapan banjir,” tutupnya.

Sementara itu, banjir yang sempat melanda tiga desa meliputi Desa Ujong Krueng dan Neubok Kecamatan Kuala Pesisir, serta Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya juga sudah surut total pada Jumat (25/10). 

Alhasil, proses belajar mengajar (PBM) yang sempat terhenti juga mulai normal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Nagan Raya, Hamidi didampingi tim Pusdalops, Agus kepada Serambi, Jumat (25/10), membenarkan, bahwa banjir sudah surut total. “Air sudah surut kembali,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved