Rusuh di Papua

Kata Jubir OPM: Kerusuhan Wamena Ada Unsur Sengaja, Orang Papua Tak Benci Pendatang

“Orang Papua tidak membenci pendatang atau bahasa ilmiahnya migran,” ujar Juru Bicara OPM Sebby Sambom

Kata Jubir OPM: Kerusuhan Wamena Ada Unsur Sengaja, Orang Papua Tak Benci Pendatang
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA  - Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim tak membenci pendatang di di Tanah Papua.

Dengan demikian, kerusuhan yang terjadi di Wamena, September silam, bukan ulah dari OPM.

Mahfud MD Persilakan PA 212 Gelar Reuni 2 Desember Mendatang

“Orang Papua tidak membenci pendatang atau bahasa ilmiahnya migran,” ujar Juru Bicara OPM Sebby Sambom melalui pesan elektroniknya Selasa (5/11/2019) dari Papua Nugini.

Menurut Sebby Sambom, Negara adalah kumpulan dari suku bangsa.

”Sebab, bangsa adalah kumpulan dari sejumlah etnis dan suku. Contoh, di Indonesia, Amerika, Singapura dan semua negara di dunia membentuk sebuah bangsa yang di dalamnya ada berbagai ras,” ucapnya.

Indonesia, kata Sebby Sambom, juga terdiri dari berbagai ras, itulah cerminan sebuah bangsa.

“Di Indonesia sendiri ada ras Melayu, Cina, Arab dan lain sebagainya. Dan juga orang Papua sadar mengetahui bahwa musuh utama mereka adalah sistem kolonialisme dan kapitalisme, bukan manusia,” kata Sebby Sambom.

Bahkan, Sebby Sambom mengatakan, orang Papua sudah cukup lama hidup berdampingan dengan kaum pendatang di tanahnya sendiri, dan tidak pernah terjadi pertentangan. 

”Sudah cukup lama hidup berdampingan dengan kaum migran, dan tidak pernah konflik Sara di Papua,” ungkapnya.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved