Pembunuhan Surono

Sebelum Habisi Ayah dan Mengubur di Bawah Musala, Bahar Juga Pernah Menganiaya Ibu Nyai Saat Mondok

Bahar kini juga ditahan polisi, bahkan terancam pidana hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun

Sebelum Habisi Ayah dan Mengubur di Bawah Musala, Bahar Juga Pernah Menganiaya Ibu Nyai Saat Mondok
Surya.co.id/Sri Wahyunik
Bahar (kanan kapolres) dan Busani (kiri kapolres) tersangka pembunuhan Surono saat rilis di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019). Surya.co.id/Sri Wahyunik 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Pelaku pembunuhan mayat dalam mushola, Bahar Mario (25), ternyata seorang resedivis.

Bahar yang membunuh ayah kandungnya, Sugiono alias Surono alias Pak Wid (51), pernah menganiaya istri pimpinan pondok pesantren (Nyai) tempat ia belajar.

Hal ini terungkap berdasarkan catatan kepolisian yang disampaikan kepada wartawan oleh Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat rilis di Mapolres Jember, Kamis (7/11/2019).

Bahar asal Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Ledokombo, itu ditahan selama 2 tahun 8 bulan di Lapas Jember pada 2009 dari kasus penganiayaan Bu Nyai di sebuah pondok pesantren.

"Tersangka Bhr ini seorang residivis. Pernah ditahan. Dia menganiaya Bu Nyai-nya," ujar Alfian.

Baca: TERKUAK Motif Sebenarnya Anak Bunuh Ayahnya & Kubur di Musala di Jember, Perilaku Surono Jadi Alasan

Baca: Kumpulan Pembunuhan Sadis Oleh Anggota Keluarga, dari Racun Sianida hingga Dikubur di Musala

Baca: Terkini Mayat Pria Dicor di Bawah Musala, Ternyata Korban Dibunuh Anaknya Pakai Linggis saat Tidur

Jika mengacu kepada umur, maka ketika itu usia Bahar masih belasan tahun.

Dari informasi yang dihimpun Surya, Bahar dikenal sebagai anak nakal saat remajanya.

Polisi membongkar lantai musala di mana Surono dikuburkan di bawahnya.
Polisi membongkar lantai musala di mana Surono dikuburkan di bawahnya. (Sri Wahyunik/Surya)

Karena itu orangtuanya mengirim dia ke sebuah pondok pesantren.

Ternyata saat mondok itu, dia malah menganiaya Ibu Nyai-nya.

"Pelaku membacok Ibu Nyai-nya itu," ungkap Alfian.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved