Selasa, 2 Juni 2026

Fakta Lengkap Duel Paman dan Ponakan, Hingga Salah Satunya Kepala dan Lehernya Terpisah

Jasad pria berusia 40 tahun itu dievakuasi oleh aparat kepolisian untuk dilakukan otopsi

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Rumah rumah duka, Daeng Sampara Bin Dading yang menjadi korban pembunuhan sadis di Biringbulu Kabupaten Gowa 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR-  Warga Dusun Pangangpusang, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa, digegerkan dengan penemuan mayat pria dengan kondisi leher terpenggal.

Korban tewas tersebut diketahui bernama Daeng Sampara.

Daeng Sampara tercatat sebagai warga Dusun Batueja, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa.

Saat ditemukan, kondisi mayat korban sangat mengenaskan.

Bagian leher telah terputus.

Mayat dengan kondisi bagian kepala dan badannya terpisah ini ditemukan di perkampungan baru Sonra, Dusun Pangangpusang, Desa Taring, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa pada, Senin (11/11/2019) pagi waktu setempat.

Jasad pria berusia 40 tahun itu dievakuasi oleh aparat kepolisian untuk dilakukan otopsi.

Tangkapan layar korban pembunuhan di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa.

Polisi pun langsung melakukan olah TKP dan mencari keterangan sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Belakangan, korban diketahui dibunuh oleh keluarganya sendiri secara sadis.

Pelaku pembunuhan yang tega memenggal leher saudaranya itu tak lain adalah paman korban yakni bernama Haji Saju (60).

Kepala Korban Terpental 5 Meter

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Biringbulu,  Aiptu  Andi  Akbar  menjelaskan,  pertengkaran antara korban dan pelaku disaksikan oleh seorang warga bernama Noro.

Saat itu Noro tak sengaja melihat kejadian nahas yang berujung pada kematian.

Aiptu Andi mengatakan, awalnya saksi mata sedang mencari biji kemiri tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved