Kamis, 7 Mei 2026

Gara-gara Hewan Ternak Kuda, Syamsuddin dan Anaknya Meregang Nyawa di Tangan Tetangga

Ayah dan anak di Kampung Alla-alla, Desa Boronglamu, Kecamatan, Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulsel jadi korban penikaman.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
Tribunjeneponto.com/Ikbal Nurkarim
Korban Dg Awing saat dibawa ke rumah duka di Kampung Alla-alla, Desa Boronglamu, Kecamatan, Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Senin (11/11/2019) siang. (ikbal/tribunjeneponto.com) 

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com, Ikbal Nurkarim

TRIBUNNEWS.COM, ARUNGKEKE - Ayah dan anak di Kampung Alla-alla, Desa Boronglamu, Kecamatan, Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulsel jadi korban penikaman, Rabu (30/10/2019) lalu.

Korban diketahui, bernama Syamsuddin Dg Bgawing (50) dan anaknya Kamaruddin.

Mereka ditikam oleh seorang tetangga kampungnya bernama Haris (30) asal Kampung Punagayya, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto.

Baca : Kabar Buruk Anies, Disebut Tak Punya Sumbangan Apa-apa ke NasDem, Tak Pantas Dicalonkan Pilpres 2024

Haris menikam Kamaruddin dan Syamsuddin karena menduga ternak kuda mereka memakan tanamannya.

Dalam aksi massa dan penikaman itu mengakibatkan Syamsuddin tewas di tempat.

Korban Dg Awing saat dibawa ke rumah duka di Kampung Alla-alla, Desa Boronglamu, Kecamatan, Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Senin (11/11/2019) siang. (ikbal/tribunjeneponto.com)
Korban Dg Awing saat dibawa ke rumah duka di Kampung Alla-alla, Desa Boronglamu, Kecamatan, Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Senin (11/11/2019) siang. (ikbal/tribunjeneponto.com) (Tribunjeneponto.com/Ikbal Nurkarim)

Sedang Kamaruddin menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Wahidin Makassar.

"Telah meninggal dunia Dg Awing korban tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Haris menyebabkan satu luka tusuk pada bagian perut dan dua lebih luka tusuk pada lengan sebelah Kanan," kata Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2019) siang.

"Korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto kemudian dirujuk ke RS Wahidin Sudiro Husodo dan mendapatkan perawatan selama beberapa hari," jelasnya.

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menjelaskan korban menghembuskan nafas terakhir pada Senin (11/11/2019) sekitar pukul 04.00 Wita.

Baca: BREAKING NEWS: Pembunuhan Sadis di Gowa, Kepala Korban Terpisah dari Tubuhnya

Baca: Polisi Kejar Romo yang Kabur dari Kampung Usai Mencabuli Pelajar di Jeneponto

Baca: Terbukti Menganiaya Jurnalis, Anggota Polres Jeneponto Diberi Sanksi, Ini Hukumannya

Syahrul mengimbau kepada semua pihak korban agar tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan hukum.

"Serahkan penanganan permasalahan ini kepada polisi," kata dia.

Diketahui, kejadian penikaman dua warga Alla-alla ini dipicu persoalan sepele yakni, hewan ternak kuda milik korban dituding yang merusak tanaman pelaku.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kassubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul kepada awak Tribun, Kamis (31/10/2019) lalu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved