Fakta-fakta Ular Piton Raksasa Lilit Leher Mariyadi

Temuan ular piton raksasa tersebut menggegerkan warga setempat dan berhasil ditaklukan salah seorang warga bernama Mariyadi (41).

Fakta-fakta Ular Piton Raksasa Lilit Leher Mariyadi
Luhur Pambudi/Surya
Ular Piton Sono Kembang yang berhasil ditangkap warga Candi Lempung Lontar, Surabaya kini disimpan di bekas sangkar burung dara. 

Setelah berhasil diamankan warga, ular piton raksasa tersebut kini dimasukkan kedalam kandang besi.

Hewan melatah ini juga menjadi tontonan warga dan anak-anak setempat yang ingin mengetahui ular secara langsung.

"Ya sementara dibuat hiburan anak-anak kecil yang mau melihatnya," pungkasnya.

5. Komunitas Tak Mau Adopsi, Kenapa?

Sementara itu, Ketua RT 03 Purwo Subketi (49) menuturkan, sementara waktu pihaknya masih belum miliki rencana selanjutkan terhadap ular hasil tangkapan warganya.

Semalam, beberapa jam setelah ular tersebut diamankan, ada seorang dari komunitas pecinta ular tertarik melihat ular tangkapan warganya.

Purwo sempat mengaku optimis bahwa ular tersebut bisa diuangkan atau paling tidak dapat berpindahtangan ke pihak yang memang ahlinya.

Namun, ternyata dugaannya meleset, pihak komunitas pecinta alam tersebut mendadak urung mengadopsi ular tersebut setelah tahu bahwa status ular tersebut adalah ular liar .

"Ternyata beda kalau ular dipelihara dari kecil. Karakternya lain, gak berani Jadi enggak jadi beli," ungkap pria bertopi urang itu.

6. Penyebab Ular Masuk Pemukiman

Mariyadi (41) penangkap ular piton raksasa di Candi Lempung Surabaya menengarai ular tersebut muncul akibat rusaknya habitat tempat ular.

Menurutnya, di sisi timur permukiman semula terdapat hamparan tanah yang luasnya diperkirakan lebih satu hektar.

Hamparan tanah seluas itu, ungkap Mariyadi, semula banyak ditumbuhi pepohonan tinggi dan tanaman liar.

Namun, setelah tanah tersebut menjadi milik pengembang perumahan, beberapa pohon besar dan area rerumbun tanamanan liar berubah fungsi karena proses pembangunan.

Tak pelak, alih fungsi lahan itu membuat vegetasi lingkungan hidup hewan-hewan liar, termasuk ular piton Sanca Kembang yang ditemukan warga itu, terganggu.

"Ini kan ditebangi (tanah luas di samping sungai). Tanah perumahan baru, dan pohonnya disini banyak ditebangi," katanya pada TribunJatim.com (grup surya.co.id) di lokasi penemuan ular, Minggu (17/11/2019).

7. Mucul Secara Periodik, 6 Bulan Sekali

Sedang Ketua RT 03 Purwo Subekti (49) menambahkan kemunculan ular tersebut ditengarai secara periodik, yakni setiap enam bulan sekali

Biasanya dilatarbelakangi oleh kondisi fase musim menginjak pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

"Enam bulan lalu ada penampakan ular di lokasi itu, besar sekali lebih besar ga ada yang berani megang ya udah dibiarin. Eh ini muncul lagi," jelasnya Subekti.

"Pokoknya setiap musim hujan selalu keluar ya kayak gini. Faktor cuaca mungkin, panas kan pancaroba," pungkasnya.

8. Yang Lebih Besar Masih Berkeliaran

Lebih lanjut, Purwo Subekti menuturkan jika masih ada ular lain yakni pasangan ular tersebut yang berukuran jauh lebih besar.

"Ukurannya besar, ya sebesar paha orang dewasa panjangnya 6 meter lebih," katanya saat ditemui TribunJatim.com (grup surya.co.id) di lokasi penemuan ular, Minggu (17/11/2019).

Subekti menerangkan, pengalamannya mengetahui keberadaan ular besar tersebut diperoleh dari penuturan warga yang bekerja membangun dinding sungai enam bulan lalu.

Ada beberapa pekerja yang melihat sendiri ada ular dengan ukuran tubuh besar menggeliat lantas menghilang di semak-semar di sepanjang bibir sungai.

"Mereka kira hewan apa, pas didekati ular piton ukurannya lebih besar," jelasnya.

Senada dengan Subekti, warga setempat Mariyadi (31) juga mengaku mengetahui adanya ular lainnya yang berukuran lebih besar ketimbang yang berhasil ia tangkap, Sabtu lalu..

"Ini belum seberapa. Ada yang lebih besar itu yang bikin saya penasaran," terangnya.

Ia mengaku tak sabar menangkap ular tersebut, namun tujuannya bukan bermaksud melukai si ular.

"Kalau memang ada pasti saya tangkap," ungkap Mariyadi yang juga penangkap ular raksasa tersebut. (Alif Nur Fitri Pratiwi)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 8 FAKTA Ular Piton Raksasa yang Lilit Leher Maryadi di Candi Lempung, Ini Penyebab & Nasib Terkini

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved