Rabu, 29 April 2026

Ahok : Kita mainnya bukan Aibon sama Pulpen, tapi Lebih Canggih Kayak Lem Tikus

Di hadapan peserta, Ahok memberikan pemaparan tentang penganggaran yang visioner dan merakyat

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Berikut ini dua BUMN yang dinilai cocok untuk Ahok, pengamat menyebut mantan gubernur DKI Jakarta ini bersih dan bernyali 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Akbar Hari Mukti

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir di Kota Semarang sebagai pembicara di depan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Di hadapan peserta, Ahok memberikan pemaparan tentang penganggaran yang visioner dan merakyat.

"Pembahasan workshop ini tentang penganggaran yang visioner dan merakyat. Kita mainnya bukan aibon sama pulpen sih. Tapi lebih canggih, kayaknya lem tikus," canda Ahok, Rabu (20/11/2019) sore.

Dia juga mengomentari wacana dirinya memimpin Pertamina.

Ahok mengaku siap, jika ditunjuk memimpin BUMN termasuk Pertamina, oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Untuk Pertamina, tanya pak Erick (Erick Thohir) ya, saya belum tahu. Tapi kalau ditunjuk, artinya memang harus siap dong," jelasnya di sela Workshop Fraksi PDI Perjuangan di Hotel Grand Arkenso, Semarang.

Ahok mengaku belum mempersiapkan apa-apa untuk memimpin Pertamina.

Namun sekali lagi Ahok mengaku siap jika pada akhirnya ditunjuk.

"Kita pasti siaplah," jelas Ahok.

Ahok Tanggapi Penolakan Dirinya Masuk Pertamina

Disinggung terkait penolakan yang dilakukan berbagai pihak, perihal pengangkatan Ahok jadi bos Pertamina, ia mengaku tak mempermasalahkannya.

"Hidup tak bisa semuanya setuju. Tuhan saja ada yang menentang kok. Terkait penolakan sih tidak masalah. Kayaknya hidup saya ditolak terus nih," canda Ahok.

Disinggung terkait pernyataan Rizal Ramli yang menyatakan Ahok masih kelas Glodok, Ahok juga mengaku tak mau ambil pusing.

Ahok pun menuturkan banyak yang berjualan di Glodok akhirnya menjadi pengusaha sukses.

"Emang gampang jualan di Glodok?"

"Banyak orang sukses lho berjualan di sana. Sewa tempatnya mahal,"

"Saya sih berterimakasih saja disamakan dengan mereka yang jualan di Glodok, artinya saya kaya nih bos," paparnya.

Lebih jauh terkait viral foto dirinya mengenakan baju seragam Pertamina berwarna merah, Ahok memastikan foto tersebut hoaks atau tidak benar.

"Tangan saya kekecilan di foto itu. Jelas editan," candanya. (ahm)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ahok Singgung Anggaran Lem : Kita Mainnya Bukan Aibon sama Pulpen Sih

Ahok Akan Bawa BUMN ke Arah Lebih Baik

Masuknya nama Basuki Tjahja Purnama (BTP) alias Ahok ke dalam salah satu jabatan direksi di Perseroan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) menurut Ekonom Senior Indef, Faisal Basri akan membawa ke arah perbaikan lebih baik.

Dia berharap Ahok tidak bekerja sendirian dalam mengubah kinerja perseroan yang akan dipimpin.

"Kalau tanpa tim ya berat. Ahok itu bukan malaikat, tapi roh Ahok bisa menjadi motor perubahan. Tapi itu juga nggak cukup, syarat perlunya harus dipenuhi," kata Faisal ditemui usai menghadiri Kongkow Bisnis Pas FM, di Jakarta, Rabu (20/11/2019) seperti dikutip dari artikel Kompas.com berjudul "Faisal: Ahok Itu Bukan Malaikat, tetapi Roh Motor Perubahan"

Baca: Ahok Siap Jika Ditunjuk Pimpin Pertamina, Tak Peduli dengan Penolakan

Baca: Perombakan Besar di BUMN, Arya Sinulingga Ungkap Ada 5 Perusahaan Prioritas Kementerian BUMN

Lebih lanjut, Faisal mengkhawatirkan, bila Ahok ditugasi untuk mengubah kinerja perseroan secara individual maka akan terjadi chaos di tubuh internal.

Dengan alasan, Ahok bukanlah orang yang ahli dalam membidangi bidang tersebut.

Dikhawatirkan Seperti Nasib Dwi Soetjipto

Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan kepada wartawan terkait penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar, di kantor kepresidenan, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (30/3/2016).  TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Dia memberikan contoh, Dwi Soetjipto saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Tbk, banyak pejabat di bawahnya enggan bekerja sama.

"Kan repot, diganjel terus. Karena yang kerja sehari-hari kan birokrasi perusahaan itu," ujarnya.

Dwi Soetjipto dipecat sebagai Dirut Pertamina oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada November 2017 lalu.

Padahal Dwi dikenal memiliki track record yang bagus.

Namun Jokowi percaya kepada Dwi lalu memilihnya menjadi Kepala SKK Migas hingga sekarang.

Oleh sebab itu, Faisal sekali lagi dia menyarankan kepada Menteri BUMN, Erick Thohir untuk memberikan kewenangan serta jaminan kepada Ahok agar tidak terjadinya hambatan dalam mengubah perseroan yang akan diemban nantinya.

"Ya orang hebat bisa jadi tersandera kalau sistemnya sudah berat. Jadi tidak bisa satu orang saja. Jadi harus tim," lanjutnya.

Selain itu, dari sederet perusahaan BUMN yang ada, Faisal menyebut dua perseroan yang harus menjadi fokus, yaitu PT PLN (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero) Tbk.

Pasalnya, kedua perusahaan ini memberikan kontribusi tertinggi di Kementerian BUMN.

Apalagi, di mata publik, PLN dan Pertamina kerap menjadi ladang para mafia.

"Kalau itu dijaga tidak dirampok, sudah bagus banget karena itu dua perusahaan terbesar," ucapnya.

 

Dibela Fahri Hamzah

Fahri Hamzah

Mantan politikus PKS Fahri Hamzah membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal polemik rencana jadi bos perusahaan BUMN.

Dalam berbagai kesempatan baik di media sosial maupun saat wawancara dengan pers, Fahri Hamzah cenderung menilai Ahok punya hak untuk jadi bos perusahaan BUMN.

Fahri yang kini mendirikan partai bernama  Gelora itu mengatakan masyarakat keliru menganggap Ahok tidak memiliki hak lagi menjadi pejabat di Indonesia.

Untuk diketahui Ahok merupakan mantan narapidana kasus penodaan Agama. Ahok telah divonis bersalah dua tahun penjara dan telah bebas pada 24 Januari 2019 lalu.

"Kekeliruan orang yang menganggap seolah-olah Ahok itu sudah tidak (hak) punya apa-apa di atas bumi republik ini. Itu enggak benar," ujar Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Baca: Tanggapi Ahok Masuk BUMN, Fahri Hamzah Sentil KPK soal Penyadapan: Pakai Audit, Bukan Ngintip

Baca: Iwan Fals: Ahok Ini Baru Diusulin Saja Sudah Geger Lagi, Ada Apa Ya?

Menurut Fahri Ahok sudah menjalankan hukuman pidana atas kasus penistaan agama.

Oleh karena itu ia memiliki hak yang sama atas hukum.

Fahri juga meminta Menteri BUMN Erick Thohir meluruskan isu dan pro kontra yang berkembang mengenai Ahok masuk BUMN.

"Berlakulah Pasal 27 UUD itu bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum, dan pemerintahan, dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan dengan tanpa ada kecuali," ujarnya.

Alasan Membela

Dukungan Fahri untuk Ahok juga dilontarkan dalam wawancara dengan Kompas TV.

Fahri yang juga mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah itu menyarankan Ahok ditempatkan di BUMN yang dianggap paling korup.

Keberadaan Ahok di BUMN yang paling Korup, kata Fahri, akan menjadi pembuktian apakah Ahok berani membuka praktik korupsi di BUMN.

Hal itu disampaikan Fahri saat diwawancarai jurnalis Aiman Witjaksono dalam program Aiman KompasTV, Senin (19/11/2019) malam.

Fahri Hamzah dalam program Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019).
Fahri Hamzah dalam program Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019). (Tangkap Layar KompasTV)

Di awal keterangannya, Fahri mendukung Ahok masuk ke BUMN.

Dengan catatan, masuknya Ahok ke BUMN sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

"Kalau itu dia (pemerintah,-Red) bikin clear, belalah sudara Basuki dengan terbuka. Saya akan bela jika itu tidak ada kesalahan. Harus fair dong."

"Semua orang di Republik ini berhak mendapatkan hak-haknya. Gak boleh orang selama-lamanya kita siksa," kata Fahri sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari tayangan Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019) malam.

Fahri mengakui BUMN membutuhkan sosok Ahok.

"Kalau soal talenta, saya mengatakan BUMN itu memerlukan saudara Ahok," kata politikus Partai Gelora ini.

Ahok diperlukan, lanjut Fahri, karena BUMN membutuhkan sosok yang tegas dan keras.

"Karena ada beberapa institusi di BUMN itu yang memerlukan orang keras, orang tegas," ujar dia.

Baca : Ternyata Bukan Ahok BTP, Sandiaga Uno Dikabarkan Pimpin BUMN Sektor Energi Ini, Simak Rekam Jejaknya

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved