Fenomena di Jember, Ada Ribuan Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme, Sebagian Terkait Khilafah

Fenomena di Jember, Ada Ribuan Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme, Sebagian Terkait Khilafah.

Fenomena di Jember, Ada Ribuan Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme, Sebagian Terkait Khilafah
TRIBUNJATIM.COM
Fenomena di Jember, Ada Ribuan Mahasiswa Unej Terpapar Radikalisme, Sebagian Terkait Khilafah 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Penelitian dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej) menyebut 22 persen mahasiswa di Unej terpapar radikalisme.

Penelitian ini dilakukan tim peneliti LP3M Unej di tahun 2018 terhadap sekitar 15 ribu orang mahasiswa sebagai responden.

Dari penelitian itu diketahui 22 persen mahasiswa Unej terpapar radikalisme. Kemudian jika diderivasi lagi, dari persentase 22 persen itu, mereka yang terpapar radikalisme teologis sebanyak 25 persen, dan radikalisme politis sejumlah 20 persen.

Hasil penelitian ini dipaparkan oleh Ketua LP3M Unej Akhmad Taufiq saat menjadi pembicara di Pelno 4 Festival HAM 2019 tentang Strategi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Kekerasan Ekstrimisme di Dunia Pendidikan dan Media Sosial" di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Rabu (20/11/2019).

"Dari penelitian LP3M, terdapat 22 persen mahasiswa yang terpapar radikalisme, yang ini diderivasi lagi, menjadi radikalisme teologis, yakni setuju dengan pengkafiran, qital, dan jihad, yaitu sejumlah 25 persen. Sedangkan, radikalisme politis, berupa kesetujuannya pada konsep negara Islam atau khilafah sejumlah 20 persen," ujar Taufiq kepada TribunJatim.com usai menjadi pembicara.

Taufiq mengapresiasi tema Pleno 4 yang diangkat di Festival HAM 2019.

Sebab, secara substansial, Taufiq memberi tanggapan substantif atas temuan riset yang dilakukan Infid.

Infid menyatakan adanya 10 PTN yang terpapar radikalisme. Kondisi demikian ini, hampir terjadi di seluruh PTN dengan frekuensi yang berbeda. Oleh karena itu, kata Taufiq gerakan radikalisme sudah dapat dikategorikan terstruktur, sistematik, dan massif.

Di Unej, kata Taufiq, berdasarkan laporan studi pemetaan gerakan radikalisme yang dilakukan tim LP3M pada 2018, terdapat 22 persen yang terpapar radikalisme.

"Tetapi belum sampai pada tindakan merusak, seperti menjadi teroris, merakit bom, atau merusak dengan melakukan aksi bom bunuh diri," kata Taufiq.

Halaman 2 >>>>>

Editor: Januar Adi Sagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved