Pesilat Cilik yang Tewas Saat Uji Kekuatan Perut Ternyata Baru 3 Bulan Bergabung di PSHT

Anggota PSHT yang meninggal akibat uji kekuatan perut saat latihan, MA (13) baru bergabung dengan kelompok pencak silat cilik itu sekitar tiga bulan.

Pesilat Cilik yang Tewas Saat Uji Kekuatan Perut Ternyata Baru 3 Bulan Bergabung di PSHT
Tangkapan layar Tribun Jateng TV
Ilustrasi: Ribuan atlet pencak silat PSHT lakukan latihan bersama di lapangan Bhayangkara Akpol, Minggu (5/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang meninggal akibat uji kekuatan perut saat latihan, MA (13) baru bergabung dengan kelompok pencak silat cilik itu sekitar tiga bulan.

"Baru tiga bulanan," ungkap Ketua PSHT Sragen, Jumbadi kepada TribunSolo.com, Selasa (26/11/2019).

Jumbadi menduga MA dalam kondisi yang belum siap secara mental untuk menerima tendangan dari FAS (16) saat latihan di Gemolong, Sragen, Minggu (24/11/2019) lalu.

"Mungkin siswa mentalnya masih kurang ataupun dia mempunyai penyakit atau bagaimana juga tidak tahu," ujar Jumbadi.

"Tapi namanya masih siswa, juga umurnya masih SMP, ya begitu, mungkin karena baru beberapa bulan masuk juga bisa," imbuhnya.

Baca: Tendangan Senior di Bagian Perut Membuat Pesilat Cilik Pingsan Sebelum Akhirnya Meninggal Dunia

Baca: BREAKING NEWS: Pesilat Cilik di Sragen Meregang Nyawa Saat Latihan Uji Kekuatan

Ketidaksiapan mental diduga memunculkan rasa takut di dalam diri korban saat menerima tendangan.

"Mentalnya belum begitu kuat, misalnya kalau mental belum (kuat) dibentak saja sudah minder," tutur Jumbadi.

"Ini tendangan rata-rata kalau pelajar, namanya orang sekolah disuruh siap oleh gurunya (biasanya) belum siap masih mikir rasa takut, ya, ada," tambahnya.

Jumbadi menegaskan siswa sudah terlebih dulu diberi pengarahan pelatihnya.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved