Divonis Ringan, Seorang Mucikari di Medan Cium Tangan Hakim yang Mengadilinya

Karena sebelumnya terdakwa dituntut penjara 4 tahun penjara denda Rp 120 juta oleh Jaksa Penuntut Umum pada 21 Oktober 2019 lalu.

Divonis Ringan, Seorang Mucikari di Medan Cium Tangan Hakim yang Mengadilinya
Capture Youtube
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Muncikari via medsos Fitri boru Siregar alias Velistha Vey (23) divonis rendah dari tuntutan dengan penjara selama 1 tahun 4 bulan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (26/11/2019).

Sontak hal tersebut membuat wajah Fitri ceria hingga tersenyum.

Karena sebelumnya terdakwa dituntut penjara 4 tahun penjara denda Rp 120 juta oleh Jaksa Penuntut Umum pada 21 Oktober 2019 lalu.

Ia melanggar Pasal 2 ayat 1 UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Majelis Hakim yang diketuai Dominggus Silaban mengubah pasal terhadap terdakwa Fitri dengan Pidana Pasal 296 KUHPidana berbunyi: Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Hakim Dominggus Silaban juga menghapus seluruh tuntutan denda yang dikenakan terhadap terdakwa.

Seusai dihukum, Fitri langsung reflek mencium tangan seluruh Majelis Hakim dimulai dari Hakim Ketua Dominggus Silaban dan dua anggota lainnya.

Bahkan sambil tertawa, Majelis Hakim juga menyuruh terdakwa menyalami Panitera Pengganti hingga JPU yang duduk di kursi Jaksa.

"Kamu terima apa enggak?" Cetus Hakim.

Dijawab terdakwa Fitri, "Terima pak." cetusnya sambil menyalim Hakim.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved