Monumen Kapal di Atas Rumah, Saksi Bisu Peristiwa Tsunami Aceh

Kapal itu menjadi saksi bisu bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004 silam

Monumen Kapal di Atas Rumah, Saksi Bisu Peristiwa Tsunami Aceh
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
Situs tsunami kapal di atas rumah Lampulo, Banda Aceh saat dikunjungi Tribun, pada Kamis (5/12/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Saat berkunjung ke Banda Aceh, jangan lewatkan mengunjungi situs tsunami kapal di atas rumah Lampulo, Banda Aceh.

Kapal itu menjadi saksi bisu bencana alam gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004 silam.

Baca: Sambutan Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh pada Milad Ke-43 GAM

Kapal tersebut tidak diturunkan dan dijadikan monumen yang diprakarsai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dari kota Banda Aceh hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit menuju Kampung Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Kunjungan ke monumen kapal kayu ini pun tak dipungut biaya alias gratis.

Situs tsunami kapal di atas rumah Lampulo, Banda Aceh saat dikunjungi Tribun, pada Kamis (5/12/2019)
Situs tsunami kapal di atas rumah Lampulo, Banda Aceh saat dikunjungi Tribun, pada Kamis (5/12/2019) (Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini)

Pengunjung bebas melihat keadaan sekitaran rumah dan bagian atas kapal menggunakan tangga yang dibangun tepat di sebelah rumah.

Saat melihat keadaan itu, pengunjung dapat bermuhasabah diri atas musibah besar yang meluluh lantakan Aceh dan sekitanya.

Ada ribuan orang menjadi korban meninggal dunia dan ribuan lainnya kehilangan sanak keluarga dan tempat tinggal.

Diceritakan, kapal tersebut terbawa gelombang tsunami ke perumahan penduduk dan berada di atas rumah keluarga Bapak Misbah dan Ibu Abasiah.

Kapal dengan panjang 25 meter dan lebar 5,5 meter ini memiliki berat 20 ton itu, terseret 1 km dari tempat semulanya di Sungai Krueng, Aceh, akibat musibah besar itu.

Baca: Menteri PPPA Nilai Perempuan yang Mandiri Secara Ekonomi Bisa Cegah Kekerasan

Berkat kapal itu, setidaknya ada 59 warga yang selamat dari musibah yang terjadi pada Minggu pagi itu.

Kini, penduduk sekitar mengelola monumen tersebut secara swadaya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved