Bupati Naik Jeep Rubicon, Pimpinan DPRD Ikutan Ajukan Mobdin Rp 1,1 Miliar

Sekretaris DPRD Karanganyar, Sujarno menyampaikan, pengadaan mobdin saat ini masih tahap proses persetujuan dari Gubernur Jateng.

Bupati Naik Jeep Rubicon, Pimpinan DPRD Ikutan Ajukan Mobdin Rp 1,1 Miliar
Kolase Tribunnewswiki/oto.com
Bupati Karanganyar dapat mobil dinas Jeep Rubicorn, harganya mencapai Rp 2 M 

TRIBUNNEWS.COM, KARANGANYAR - Setelah pengadaan mobil dinas (mobdin) Bupati Karanganyar, Juliyatmono berupa Jeep Wrangler Rubicon ramai diperpincangan, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Karanganyar juga akan mengganti kendaraan dinasnya.

Dari informasi yang dikutip dari Tribunjateng.com dari Sekretariat DPRD Karanganyar, Sujarno saat ini pengajuan mobdin tersebut dalam tahap evaluasi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Sekretaris DPRD Karanganyar, Sujarno menyampaikan, pengadaan mobdin saat ini masih tahap proses persetujuan dari Gubernur Jateng.

Kendaraan tersebut nantinya akan digunakan oleh Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo dan Wakil Ketua DPRD, Anung Marwoko.

"Awal bulan ini (Desember 2019) sudah diajukan. Mungkin sebelum akhir bulan sudah keluar keputusan dari Pak Gubernur," katanya, Sabtu (7/12/2019).

Sujarno mengungkapkan, anggaran pembelian mobdin yang diajukan sebesar Rp 1,140 miliar, untuk dua kendaraan.

Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Dijelaskannya, dalam pengajuan mobdin tidak disebutkan merk mobil tapi hanya spesifikasi dan jumlah anggaran.

Baca: Jadikan Jeep Wrangler Rubicon Kendaraan Dinas, Bupati Karanganyar: Kendaraan Lapangan, Laki Banget

"Tidak menyebutkan mobilnya apa. Tapi melihat dari anggaran yang diajukan, harga unit mobil yang mendekati ya antara Toyota Innova atau Fortuner," jelasnya.

Ia mengungkapkan, mobdin yang selama ini digunakan Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo merupakan sedan keluaran 2011 dan Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Anung Marwoko merupakan Toyota Innova keluaran 2009.

Dengan adanya penggantian Mobdin harapannya dapat menghemat biaya perawatan rutin.

"Mobilnya sudah tua, lebih dari lima tahun. Biaya perawatannya juga lebih mahal. Kalau baru (Mobdin) kan tidak. Jadi pertimbangannya itu," ungkap Sujarno.

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved