Cari Kepiting di Tempat Habitat Buaya, Sidik Ditemukan dalam Kondisi Mengerikan

Jenazah Sidik baru bisa dievakuasi, Minggu (8/12/2019) malam karena kondisi jarak yang jauh menuju tempat kejadian

Cari Kepiting di Tempat Habitat Buaya, Sidik Ditemukan dalam Kondisi Mengerikan
Wikipedia
Ilustrasi buaya 

TRIBUNNEWS.COM,  BANYUASIN - Sidik Kamseno (40), warga Dusun I, Desa Pagar Bulan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin diduga tewas akibat diserang buaya ketika sedang mencari kepiting.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (7/12/2019) kemarin.

Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Sembilang, Affan Absori mengatakan mulanya korban berangkat dengan menggunakan satu kapal bersama tujuh rekannya menuju Sungai Bangke, Desa Sungsang 4, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, untuk berburu kepiting.

Setelah tiba di lokasi, para nelayan itu menyebar dengan perahu yang lebih kecil untuk mencari kepiting.

Namun, menjelang sore korban tidak kembali ke kapal hingga akhirnya dicari.

Baca: Warga Pessel Tewas Diduga Dimangsa Buaya, Potongan Tubuh Ditemukan Terpisah, Tangan Kiri Hilang

"Setelah dicari, kondisi korban ditemukan hanya setengah badan, diduga dimangsa buaya," kata Affan dikonfirmasi melalui ponsel,Senin (9/12/2019).

Affan menjelaskan, jenazah Sidik baru bisa dievakuasi, Minggu (8/12/2019) malam karena kondisi jarak yang jauh menuju tempat kejadian.

Lokasi tempat tersebut memang habitat wilayah muara serta para satwa liar lainnya, seperti harimau dan burung migran.

"Nelayan tradisional selalu mencari kepiting di wilayah itu dan memang lokasinya merupakan habitat buaya Muara. Nelayan juga sering melihat buaya di sana," ujarnya.

Baca: Jasad Hanafi Ditemukan 10 Jam Sejak Dikabarkan Hilang, Diduga Diterkam Buaya

Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan menambahkan, daerah tersebut memang merupakan habitat buaya.

Kejadian itu, menurut Genman, menambah panjang deretan kasus konflik antara manusia dengan satwa yang dilindungi.

Untuk tahun 2019, ada 27 kasus yang sudah menelan korban sampai 8 orang meninggak akibat berkonflik dengan satwa liar, seperti harimau, gajah, beruang madu, babi hutan dan buaya.

"Kebanyakan hal itu disebabkan manusia yang masuk ke habitat satwa liar. Bukan satwa yang menyerang, tapi manusia yang masuk. Kejadian ini, sama dengan yang ada di Dempo, Pagaralam, Lahat dan OKU. Berulang kali dilakukan peringatan tapi tetap saja terjadi," ujar Genman.  (Kontributor Palembang, Aji YK Putra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Nelayan Kepiting Tewas Dimakan Buaya, Badan Korban Tinggal Separuh

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved