Perangkat Desa di Semarang Lakukan Perselingkuhan, Warga Demo Tuntut Pemecatan, Kepala Desa Pingsan

Dua oknum Perangkat Desa di Semarang diminta warga setempat untuk dicopot dari jabatannya lantaran kasus perselingkuhan.

Perangkat Desa di Semarang Lakukan Perselingkuhan, Warga Demo Tuntut Pemecatan, Kepala Desa Pingsan
Istimewa
Ilustrasi perselingkuhan 

TRIBUNNEWS.COM - Dua oknum Perangkat Desa Bantal, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah diminta warga setempat untuk dicopot dari jabatannya.

Permintaan warga tersebut dilakukan dalam sebuah aksi di Desa Bantal, Senin (9/12/2019).

Melansir Kompas.com, desakan pencopotan perangkat desa lantaran keterlibatan perselingkuhan.

Warga menganggap hal tersebut mencoreng nama baik desa.

Warga Desa Bantal menuntut pengunduran perangkat desa yang terlibat perselingkuhan.
Warga Desa Bantal menuntut pengunduran perangkat desa yang terlibat perselingkuhan. (KOMPAS.com/Istimewa)

Koordinator warga dalam aksi unjuk rasa, Adi Yusuf Nugroho, menyebut perselingkuhan yang terjadi melibatkan MS dan RS.

Keduanya menjabat sebagai Sekretaris Desa dan Kepala Seksi Pemerintahan.

Adi menyebut perbuatan yang dilakukan kedua oknum tersebut tidak bisa menjadi contoh.

Selain itu, Adi juga menyebut nama desa tercoreng atas hal itu.

Baca: Jenazah Wanita Tak Berbusana Ditemukan Mengambang di Sungai Serang Grobogan

"Kami membutuhkan figur perangkat desa yang bisa menjadi panutan. Dengan perbuatan mereka, jelas menjadikan nama desa tercoreng," ujarnya.

Selain itu, warga mendesak agar pemerintah desa memenuhi tuntutan untuk mencopot kedua oknum tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved