Dikira Babi, Petani di Banjarnegara Tewas Ditembak Pemburu
Seorang petani bernama Triantoro (51) tewas tertembak pemburu babi di Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara
Pada saat tiba di lokasi kejadian, lanjut Ipda Muksin, petugas menemukan satu selongsong tidak jauh dari lokasi korban tertembak dan lokasi lokasi langsung dipasangi police line.
Korban Samsul Bahri, dibawa ke Rumah Sakit Satelit Indrapuri untuk divisum, menggunakan mobil patroli Polsek Indrapuri.
Lalu, sekitar pukul 21.00 WIB tadi malam, korban Samsul Bahri dibawa ke rumah keluarga untuk dimandikan dan dikebumikan.
"Pelaku Niful Khalis telah kita amankan dan senjata SS1 yang dia gunakan sebelumnya saat berburu dia berikan kepada Edi (30), warga Lampanah Teungoh, Kecamatan Indrapuri, yang juga telah kita amankan sekitar pukul 00.02 WIB, pada Selasa (30/4/2019) dini hari," pungkas Ipda Muksin.
Telusuri Senjata Api
Personel Polsek Indrapuri dan Polres Aceh Besar, masih menelusuri asal usul senjata api (senpi) jenis senapan serbu 1 (SS1).
Senjata itu digunakan Niful Khalis (33), saat berburu babi di Gampong Lamlung, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, bersama korban Samsul Bahri (50) dan warga lainnya, pada Senin (29/4/2019) sore.
Pasalnya, dari peluru senpi SS1 yang dipegang Niful Khalis yang dibawa berburu babi itulah korban Samsul Bahri (50), warga Lamlung, Kecamatan Indrapuri, meregang nyawa.
Karena satu peluru dari senjata SS1 itu melesat dan menembus dada kiri Samsul yang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Seperti diketahui, tembakan yang seyogianya membidik babi hutan yang sedang diburu Niful Khalis bersama korban Samsul Bahri, serta sejumlah warga Lamlung lainnya justru berujung petaka.
Peluru dari senjata SS1 yang dilepaskan Niful Khalis justru salah sasaran dan mengenai dada kiri korban Samsul Bahri yang baru keluar dari semak-semak.
Besar dugaan tersangka saat itu juga tidak tahu ada orang dari dalam semak-semak kawasan Gampong Lamlung yang menjadi tempat berburu babi para warga tersebut.
Namun, ada dugaan tersangka, mengira suara kresek-kresek dari arah semak-semak tersebut berasal dari suara babi.
Lalu, tanpa memastikan secara teliti, satu peluru dari senjata SS1 itu pun langsung dilepaskan dan mengenai dada korban Samsul Bahri yang langsung jatuh tersungkur dan meninggal di lokasi kejadian.
Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha SIK MSi, melalui Kapolsek Indrapuri, Ipda Muksin SH, kepada Serambinews.com, mengatakan terkait siapa pemilik dari senpi tersebut masih dalam penyidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kronologi-petani-di-banjarnegara-tewas-tertembak-pemburu.jpg)